Sabtu, 25 Juli 2009

KONTRASEPSI IMFLAN/AKBK, IUD/AKDR, KONTAP

I. GAMBARAN UMUM.
A. Pengertian Kontrasepsi.
Kontrasepsi berasal dari kata ; kontra berarti mencegah atau melawan, sedangkan
konsepsi adalah; pertemuan antara sel telur ( sel wanita ) yang matang dan sel
sperma ( sel pria ) yang mengakibatkan kehamilan.
Kontrasepsi adalah; menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai
akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma.
B. Cara kerja kontrasepsi
1. Mengusahakan agar tidak terjadi ovulasi.
2. Melumpuhkan sel sperma
3. Menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma
C. Pembagian Cara kerja kontrasepsi.
Pada umumnya cara atau metode kontrasepsi dapat dibagi menjadi:
1. Metode sederhana
a) Tanpa alat atau tanpa obat.
· Senggama terputus.
· Pantang berkala.
b) Dengan alat atau dengan obat
· Kondom
· Diafragma atau cap
· Cream, yelly dan cairan berbusa.
· Tablet berbusa ( Vagina tablet )
2. Metode efektif
· Pil KB
· AKDR ( alat kontrasepsi dalam rahim )
· Suntikan KB
· Susuk KB / Imflan ( AKBR)

3. Metode Kontap dengan cara operasi ( kontrasepsi Mantap)
· Tubektomi ( pada wanita)
· Vasektomi ( pada Pria )
Cara kerja kontrasepsi tersebut mempunyai tingkat efektifitas yang berbedabeda
dalam memberikan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya
kehamilan. Namun perlu diingat ada 3 aksioma ( azas ) kontrasepsi yaitu :
1. Cara apapun yang dipakai adalah lebih baik dari pada tidak memakai sama
sekali.
2. Cara yang terbaik hasilnya (efektif ) adalah cara yang digunakan oleh
pasangan dengan teguh secara terus menerus.
3. Penerimaan terhadap suatu cara adalah unsur yang penting untuk
menghasilkan suatu cara kontrasepsi.
II. JENIS –JENIS KONTRASEPSI.
Pada kesempatan kali ini kelompok 10 cuma menyajikan alat kontrasepsi inflan
atau AKBK, IUD atau AKDR dan KONTAP atau kontrasepsi mantap, sesuai
dengan tugas yang diberikan dosen pembimbing, pada teman –teman untuk lebih
jelas mengenai jenis kontrasepsi yang lain dipersilakkan merujuk pada pedoman
atau buku mengenai alat kontrasepsi.
1. IMFLAN ATAU AKBK
A. Pengertian
Adalah alat kontrasepsi berupa kapsul kecil karet terbuat dari silikon, berisi
levonorgesrel, terdiri atas 6 ( enam ) kapsul kecil dangan panjang 3 cm
sebesar batang korek api yang dipasang dibawah kulit lengan atas wanita


B. Cara kerja imflan atau AKBK
1. Cara tetap melepaskan sejumlah hormon levonorgestrel.
2. Mencegah pematangan sel telur sehingga tidak terjadi ovulasi.
C. Keuntungan pemakaian imflan atau AKBK
1. sangat efektif dan tidak mempengaruhi ASI karena tidak mengandung
estrogen.
2. Praktis dapat dipakai selama 5 tahun.
3. tidak mengganggu hubungan seksual
4. Setelah pemasangan, tidak memerlukan perawatan lanjutan.
5. Tepat bagi ibu yang tidak ingin mempunyai anak lagi, tetapi belum siap
untuk menggunakan kontrasepsi mantap.
6. Mudah diangkat jika di inginkan.
D. Indikasi pemakaian imflan atau AKBK.
· Ibu yang sehat dan tidak ingin hamil selama 5 tahun.
E. Kontra indikasi pemakaian imflan atau AKDK.
1. Hamil atau diperkirakan hamil.
2. Diabetes melitus / penyakit endokrin lainnya.
3. Penyakit kardiovaskuler.
4. Tomur / keganasan.
5. Psikosis, neurosis.
6. perdarahan ginekologik yang tidak diketahui sebelumnya .
7. Ada riwayat mola hidatidosa.
8. Variesis berat.

F. Waktu pemesangan Imflan atau AKBK yang tepat.
· Pada saat menstruasi atau 1-2 hari setelah menstruasi.
G. Efek sambing pemakaian imflan atau AKBK.
1. Amenorrhoe.
2. Spotting.
3. Berat badan menurun / meningkat
4. Depresi, mual.
5. Migraine.
6. Libido menurun.
7. Timbul jerawat.
H. Cara menanggulangan efek samping Imflan atau AKBK.
1. Jika terjadi amenorrhoe berikan penyuluhan.
2. Jika terjadi spotting berikan pil KB kombinasi 2 tablet per hari selama 2-
5 hari, atau ganti pil dengan dosis rendah.
3. Jika berat badan menurun, berikan obat / vitamin penambah nafsu
makan.
4. Bila terjadi infeksi pada bekas luka pemasangan Inflan atau AKBK,
rawat luka bila belum berhasil ==> di rujuk.
5. Bila terjadi depresi, mual, berikan vitamin B6 50 mg 3 x 1 tablet per hari
6. Bila terjadi migraine ==> rujuk.
7. Bila libido menurun, anjurkan kontrasepsi non hormonal, rujuk.
8. Bila timbul jerawat, anjurkan kontrasepsi non hormonal, rujuk.
I. Alat-alat yang dipergunakan untuk pemasangan imflan/ AKBK
1. Bak steril berisi :
a. Spuit dan jarum
b. Bistouri bayonet no 11 atau 15.
c. Inflan/AKBK 1 set
d. Trocar no 10.
e. Pinset
f. Duk lobang
g. Sarung tangan
h. Lidi kapas.
2. bethadin
3. Nierbekken.
4. lodocain ==> anestesi lokal.
5. verban.
J. Cara pemasangan.
1. Suci hamakan daerah pemasangan ± 3 jari diatas lipatan siku kanan
untuk yang kidal, lipatan siku kiri untuk yang umum ( tidak kidal )
2. Pasang duk berlobang.
3. Lakukan anestesi lokal menyeluruh di daerah yang akan dipasang
Implan / AKBK.
4. Dengan bistori, lakukan sayatan hingga dibawah kulit ( jangan terlalu
dalam dan jangan terlalu dangkal ), selebar 1 cm.
5. dengan crocar, masukkan Implan/ AKBK dibawah kulit. Mula-mula
pasang yang tengah, selanjutnya pasanglah yang lain sepertu bentuk
kipas.
6. Sucihamakan lagi, kemudian tutup dengan plestar dan kasa steril serta
dibalut. Balutan jangan dibuka dan jangan sampai basah selama 2 hari.
7. Kontrol dilakukan bila ada keluhan-keluahan.
K. Melepas Implan / AKBK
1. Tentukan posisi implan dengan palpasi, lalu lakukan tindakan aseptik
dan antiseptik setelah itu lakukan anastesi lokal pada tempat insersi
dengan bentuk seperti kipas.
2. Lakukan sayatan 2-3 mm, agar luka tidak perlu dijahit dan mengurangi
kemungkinan terjadi infeksi.
3. Tekan implan dengan jari kearah sayatan, setelah ujung inplan tampak
jepit dengan pean dan tarik.
4. bersihkan implant dari jaringan yang menutupi ujungnya dengan
menggunakan scalpel.
5. Jepit ujung implan yang telah dibersihkan dengan pean yang lain, tarik
implan perlahan – lahan sampai terlepas seluruhnya.
6. Lakukan hal yang sama sampai semua implan ( 6 batang) dikeluarkan,
rapatkan luka, tutup dengan plestar, kasa steril dan balut dengan verban

L. Catatan;
1. Kalau perlu dapat diberi analgetik.
2. Pemeriksaan ulang :
a. satu minggu setelah pemasangan
b. satu bulan setelah pemasangan
c. bila ada keluhan.
2. KONTRASEPSI DALAM RAHIM
A. Pengertian.
Alat kontrasepsi yang terbuat dari polythylen ( plastik) yang halus
,dipasang didalam rahim.
B. Macam alat kontrasepsi AKDR ;
· Lippes Loop yang terbuat dari plastik dan berbentuk spiral.
· Multi load Cu 250, berbentuk jangkar dan dililiti logam tembaga.
· Copper T 200 B, yang terbuat dari plastik halus berbentuk T dililiti
logam tembaga.
· Copper 7, yang berbentuk angka 7 terbuat dari plastik yang batangnya
dililiti dengan logam tembaga.

C. Cara kerja AKDR
Mengurangi kemungkinan terjadinya nidasi karena AKDR merupakan
benda asing didalam uterus yang merangsang terjadinya kontraksi.
D. Keuntungan menggunakan AKDR
1. Efektifitasnya tinggi dan kegagalan kira-kira 2 %.
2. Dapat dipakai untuk jangka waktu yang relatif lama.
3. Ekonomis
4. Praktis.
5. Mudah diangkat jika diinginkan.
E. Indikasi penggunaan AKDR
Wanita yang sudah pernah melahirkan.
F. Kontra Indikasi pemakaian AKDR
1. Adanya tanda-tanda kehamilan.
2. Infeksi panggul bagian dalam.
3. Erosi pada cervix uteri.
4. Diperkirakan adanya tumor, tumor rahim, myoma uteri cavum uteri
kurang dari 5 cm.
5. Adanya perdarahan pervagina yang belum jelas penyebabnya,
perdarahan pada saluran kencing/ infeksi panggul.
6. Perdarahan haid yang hebat.
7. Alergi terhadap logam / tembaga.
8. Adanya kelainan bentuk rahim.
9. Adanya keganasan kanker.
G. Waktu pemasangan AKDR yang tepat.
1. Waktu haid mulai hari ke 3
2. Dua sampai empat hari setelah persalinan atau setelah abortus komplit.
3. Empat puluh satu hari setelah melahirkan

H. Efek samping penggunaan AKDR
1. Perdarahan
a. Waktu menstruasi relatif lebih banyak
b. Sedikit-sedikit ( spoting ) di luar masa haid.
c. Diluar haid yang banyak.
2. Eksplusi.
3. Nyeri.
4. Keluhan suami.
I. Cara penanggulangan akibat efek samping AKDR
1. Bila terjadi akibat samping seperti pada butir 1a, 1bdan 1c ==> rujuk.
2. Reinsersi AKDR yang cocok ukurannya.
3. Pemberian analgesik sesuai ketentuan.
4. Bila disebabkan gangguan benang yang yang menusuk dapat didorong
kebagian samping atas mulut rahim ( fornix) atau benang dipendekkan
seperlunya
J. Alat-alat untuk pemasangan AKDR.
1. Bak steril berisi :
a. Duk.
b. Sarung tangan
c. Kapas basah lysol / sublimat
d. Spekulum
e. Tenakulum
f. AKDR dan inserter
g. Gunting
h. Lidi berkapas
i. Pinset panjang
j. Sonde rahim
k. Kateter.
2. Neerbekken
3. Bethaden
4. Lampu kepala ( head lamp)

K. Pemeriksaan sebelum pemasangan AKDR
1. Pemeriksaan perut.( pemeriksaan luar )
2. Pemeriksaan dalam ( Bimanual ), pemeriksaan melalui Vagina
L. Langkah-langkah pemasangan AKDR
1. Lippes loop
a. Calon akseptor diberi penjelasan agar siap mental.
b. Kandung kemih ibu terlebih dahulu dikosongkan.
c. Siapkan semua peralatan yang diperlukan.
d. Calon akseptor berbaring dengan posisi dorsal racumbant, duk
dipasang dibawah pantat atas perut.
e. Diadakan pemeriksaan dalam untuk menentukan keadaan dan
posisi uterus.
f. Spekulum dipasang, vagina dan servix dibersihkan dengan kapas
lembab.
g. Mulut rahim didesinfeksi.
h. Kalau perlu, jepit servix dengan tenakulum pada posisi jam 10.00
dan 2.00.
i. Sonde rahim dipasang untuk menentukan ukuran, posisi, dan
bentuk rahim.
j. Inserter yang telah berisi AKDR didorong perlahan-lahan kedalam
rongga rahim melalui canalis cervicalis sesuai dengan posisi
rahim,kemudian inserter dikeluarkan.
k. Jika perlu, dapat menggunakan tenakulum untuk memegang
muluit rahim
l. Apabila benang AKDR lebih panjang dari 5 cm, gunting.
m. Spekulum dilepas dan benag AKDR didorong ke samping mulut
rahim.
n. Alat-alat dbereskan
o. Sebelum akseptor pulang, beri penjelasan mengenai gejal-gejala
yang mungkin dialami setelah pemasangan dan cara mengatasinya
serta beritahu untuk pemeriksaan ulang pada akhir bulan ke 1, 2, 3
dan 12 atau apabila ada keluhan.

Catatan:
· Bila pada waktu pemasangan terasa ada obstruksi, jangan dipaksa
( hentikan ) ==> rujuk.
· Bila sonde masuk kedalam uterus dan bila fundus uteri tidak
terasa, kemungkinan terjadi perforasi. Keluarkan sonde ==> rujuk
segera.
· Panjang rongga uterus 6 -7 cm jika kurang dari 5 cm AKDR
jangan dipasang.
· Lippes loop tidak boleh lebih dari 2 menit di dalam inserter.
· Apabila ada indikasi untuk melepas AKDR, dapat dilaksanakan
dengan menarik benangnya perlahan-lahan menggunakan klem
dibawah perlindungan spekulum
2. Copper T
a. Bukalah bungkus copper T, cukup separuh saja dimulai dari ujung
dan jagalah agar AKDR tertutup dengan bungkus plastiknya.
Lihat gambar berikut :
b. Masukkanlah pendorong ( plunger ) kedalam lobang pemasang
c. Ukur alat pemasang sampai batas biru ( untuk batas servix ),
sesuai dengan panjang rahim ( uterus ) sewaktu melakukan
pengukuram rahim dengan sonde.
d. emasukan cooper T kedalam alat pemasang sesuai batas pada alat
pemasang .
Lihat gambar berikut ;
e. Dengan memakai sarung tangan karet kecil ,bukalah seluruh
bungkus plastic dan lipatlah sisi-sisi sayap T dan masukkan
kedalam alat pemasang sampai 0,6 cm.
f. Hati-hati dan yakinkan agar sayap T didalam alat pemasang dalam
kedudukan bidang horizontal yang sama dengan batas biru ( untuk
servix )
Lihat gambar berikut ;
g. Peganglah tenakulum dengan tangan kiri dan tarik baik-baik
kebawah dan keluar,agar rongga rahim , saluran indoservix dan
saluran liang senggama menjadi lurus.
h. Doronglah alat pemasang copper T masuk kedalam rahim sampai
batas biru ( gambar 19 a )
i. Jangan lupa agar batas biru ada pada bidang hirozontal
j. Peganglah ujung bawah dari alat pemasang dengan tangan kiri dan
cincin pendorong dengan tangan kanan, bersamaan dengan tarikan
yang tetap pada tenakulum, dorong AKDR tidak boleh bergerak
peganglah terus pada tempatnya. (lihat gambar 19 b)
k. Tarik alat pemasang berlahan-lahan ,dengan demikian akan
meninggalkan Copper T dengan letak yang diinginkan ( lihat
gambar 19 c )
3. Multi Load (ML ) cu 250
a. Setelah pemeriksaan dalam, untuk menentukan bentuk, besar dan
kedudukan rahim.
b. Masukkan spekulum, bersihkan liang senggama dengan larutan
antiseptik, olesi portio dengan jodium 1 %.
c. Kait bibir depan atau bibir belakang portio dengan cunam peluru,
masukkan sonde dan tentukan posisi rahim sekaligus ukuran
dalam rongga rahim( jarak antara mulut luar leher uterus dan
fundus).
d. Jika perlu dilakukan dilatasi dengan hegar nomor 4.
e. Cincin pada alat pemasangsesuaikan dengan ukuran dalam rongga
rahim.
f. Perlahan-lahan masukkan alat pemasang sammpai ML Cu 250
menyentuh fundus uteri .,lihat gambar berikut;
g. Keluarkan alat pemasang dengan perlahan-lahan dan gunting tali
jika terlalu panjang , lihat gambar berikut ;
M. Cara mengeluarkan AKDR
Siapkan alat-alat seperti pada pemasangan , beritahukan pada akseptor
bahwa hal ini tidak akan menimbulkan rasa sakit.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a. Cuci tangan dengan air dan sabun sampai bersih.
b. Pasang sarung tangan steril.
c. Ambillah korentang dari tempatnya yang steril, kemudian bersihkan
vulva dengan kapas yang telah direndam dengan lysol.
d. Pasanglah spekulum steril kedalam vagina dan carilah letak benangnya.
e. Apabila kelihatan, peganglah benang tersebut dengan korentang dan
tariklah perlahan-lahan.
3. KONTRASEPSI MANTAP ( KONTAP )
A. Pengertian
Adalah merupakan suatu kontrasepsi dengan cara memotong atau mengikat
kedua saluran telur pada wanita ( tubektomi ) atau disebut medis operatif
wanita (MOW) dan pemotong atau mengikat kedua saluran sperma pria
(Vasektomi ) atau disebut juga Medis Operatif Pria (MOP)
B. Cara kerja Kontrasepsi mantap
Mediadakan pertemuan ovum dengan spermatozoa dengan cara memotong
kedua tuba fallopi pada wanita atau kedua saluran sperma ( Vasdeferens )
pada Pria.
C. Keuntungan Kontrasepsi Mantap
1. paling efektif dibandingkan dengan semua metode, karena jika sekali
sudah dilakukan kontrasepsi mantap berarti selamanya mengakhiri
kesuburan ( tidak dapat dihubungkan kembali ).
2. Tidak mempengaruhi vitalitas.
3. Meningkatkan libido terutama pada wanita.
D. Indikasi penggunaan Kontrasepsi Mantap.
1. Sudah mempunyai anak sesuai dengan keinginan.
2. Kesehatan ibu tidak memungkinkan untuk hamil lagi.
3. Tidak adak metode kontrasepsi yang cocok.

E. Kontra indikasi kontrasepsi Mantap
1. Calon akseptor menderita tumor atau kanker genitalia.
2. Adanya peradangan kulit, hernia, hydrocele testis, tanda-tanda orchitis.
3. Gangguan sistem pembuluh darah
4. Diabetis melitus
5. Gangguan kehidupan perkawinan ( impotensi, homoseks ).
6. Salah satu pasangan tidak setuju.
F. Efek samping penggunaan Kontrasepsi Mantap
1. Haematoma/ perdarahan pada luka bekas operasi.
2. Timbulnya radang setempat
3. Pengaruh psikologis ( pusing, cepat marah, dll )
G. Cara penanggulangan efik samping Kontap
1. Efek samping ringan umumnya akan hilang sendiri.
2. Perdarahan yang banyak, peradangan ==> Rujuk.
3. Bimbingan dan penyuluhan
H. Alat yang digunakan untuk pelaksanaan Kontap.
1. Tubektomi ( Minilap)
Satu bak steril berisi :
a. Duk berlobang
b. Tiga baju operasi
c. Tiga handuk kecil
d. Empat klem penjepit kain
e. Kasa didalam mangkok secukupnya
f. Larutan detol ditempatnya
g. Dua tampon tang penjepit kasa.
h. Dua klem alis
i. Satu tenakulum.
j. Satu kanula hulka.
k. Satu semprit 10 cc dengan xylocaine 1 %
l. Satu skalpel dan pisau yang runcing ( No 11 )
m. Satu jarum verres
n. Satu trocar dan selubungnya dengan diameter 10-12 mm.
o. Satu laparoskope.
p. Satu klem bila menggunakan cauter atau aplikator falope Ring bila
menggunakan cibcin falope.
q. Satu pemegang jarum, jarum kecil, catgut.
r. Satu gunting.
s. Dua pinset operasi
t. Satu pinset anatomis.
u. Satu elektroda dan kabelnya.
v. Penutup luka.
Alat dan obat lainnya :
a. Satu kabel penyalur cahaya.
b. Satu tabung gas CO2 dan pipa penyalur gas CO2.
c. Satu alat yang berisi sumber cahaya, alat insuflator, alat
elektrokoagulasi.
d. Bethadin.
e. Tempat alat yang kotor.
2. Vasectomi
Bak steril berisi :
a. Dua buah dukklem untuk memegang vasdeferens.
b. Satu buah pinset anatomi kecil.
c. Satu buah pinset chirurgi kecil.
d. Satu buah naldvolder.
e. Dua buah arteriklem lengkung.
f. Dua buah arteriklem lurus.
g. Dua buah gunting kecil lengkung sedang.
h. Satu bauah bistouri.
i. Dua pasang sarung tangan.
j. Catgut
k. Satu helai duk berlobang.
l. Jarum jahit.
m. Dua helai barak schort.
n. Dua buah masker.
o. Gas secukupnya.
p. Deppers secukupnya.
Alat dan obat lainnya :
a. Tensoplast
b. Spuit 2 1/2 cc
c. Bethaden / alkohol.
d. Lidocain 2 %
e. Kapas suntik.
f. Neirbekken / tempat alat yang kotor.
3. Persiapan fisisk calon akseptor.
1. Pada jam 22.00 sebelum operasi diharuskan minum obat pencahar
ringan setelah makan malam dan puasa sampai sat operasi.
2. Calon akseptor tidak dibenarkan memakai cat kuku.
3. Rambut kemaluan harus dicukur serta daerah perut dan kemaluan
dicuci dengan sabun.
4. Tindakan operasi dilaksanakan oleh dokter kandungan


DAFTAR PUSTAKA

1. Pedoman KB IBI, Pengurus pusat Ikatan Bidan indonesia, Jakarta 1992.
2. Buku Pedoman Petugas Fasilitas Pelayanan KB, Departeman Kesehatan RI,
Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina Kesehatan
Keluarga , Jakarta 1993

Tidak ada komentar:

Penyakit - Diseases

Diabetes
suatu penyakit yang terjadi karena tubuh kekurangan insulin, bisa karena pankreas tidak cukup atau hanya menghasilkan sedikit insulin, atau bisa juga karena sel tubuh melawan insulin yang dihasilkan – tidak bisa dicegah.

Diabetes
an illness that occurs when the body lacks insulin, either because the pancreas does not produce any or only a very small amount, or because the cells in the body are resistant towards the insulin it produces – is preventable.

Penyakit Malarian
adalah salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat Aceh melalui infeksi darah oleh parasit plasmodium.

Malarian Ailment
is one of the common diseases that is found in Aceh. It is a blood infection caused by a parasite called plasmodium.

Tuberkulosis
biasanya ditularkan melalui batuk seseorang. Seseorang biasanya terinfeksi jika mereka menderita sakit paruparu dan terdapat bakteria di dahak mereka.Dahak bercampur darah, batuk berdarah, sesak nafas dan nyeri dada, badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, tidak enak badan, berkeringat tanpa ada kegiatan, demam lebih dari satu malam.

Tuberculosis
is usually transmitted from infectious people coughing. People are usually infectious when they have pulmonary disease and thus they have bacteria in their sputum.Sputum mixed with blood, bleeding cough, shortwinded and painful in breathing, weaken body, loss of appetite, loss of weight, nausea, sweating without any activities, fever overnights.

Sahrul Jam


clock-desktop.com

Jika Perasaannya Was2 Jangan Dimainkan Videonya By Sahrul Cau