Sabtu, 15 Agustus 2009

Infeksi Amuba yang Hidup Bebas

Infeksi Parasit

DEFINISI

Amuba yang hidup bebas ialah protozoa yang tinggal di tanah atau air dan tidak harus tinggal pada orang atau binatang. Walaupun mereka jarang menyebabkan infeksi pada manusia, jenis amuba tertentu bisa menyebabkan penyakit yang mengancam kehidupan yang serius. Penyakit yang paling sering disebabkan oleh amuba yang hidup bebas adalah amebic meningoencephalitis, granulomatous amebic radang otak, dan amebic keratitis.

  1. Primary Amebic Meningoencephalitis

    Primary amebic meningoencephalitis jarang terjadi, biasanya infeksi yang fatal pada sistem saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang) yang disebabkan oleh Naegleria fowleri.

    Amuba yang menyebabkan infeksi ini hidup di air yang segar, seringkali pada air yangmenggenang di seluruh dunia. Waktu orang, biasanya anak-anak atau orang dewasa muda, berenang di air tercemar, amuba bisa memasuki sistem saraf pusat lewat membran lendir hidung. Kalau mereka mencapai otak, mereka menyebabkan radang, kematian jaringan, dan pendarahan.

    Gejala mulai dalam 1 sampai 2 minggu. Kadang-kadang gejala pertama adalah perubahan dalam membaui atau mengecapa. Kemudian, orang mengalami sakit kepala, leher kaku, sensitivitas terhadap cahaya, mual, dan muntah. Mereka mungkin menjadi bingung dan mengantuk dan mungkin mengalami seizures. Infeksi bisa berkembang secara cepat, menyebabkan kematian dalam 10 hari.

    Dokter mencurigai infeksi pada orang yang mempunyai gejala dan sudah berenang baru-baru ini di air alam, tetapi diagnosa sulit untuk dikonfirmasi. Ketukan tulang belakang (injeksi lumbar) dilakukan untuk mendapatkan sampel cairan cerebrospinal. Tes ini bisa meniadakan penyebab infeksi radang selaput dan otak lain, tetapi dokter tidak selalu dapat menemukan amuba pada sampel.

    Karena sedikit orang yang dapat bertahan, menentukan pengobatan terbaik menjadi sulit. Sedikit obat anti jamur dan antibiotika dapat menolong. Amphotericin B dapat disuntikkan ke dalam vena (dengan infus) atau ke dalam ruang di sekitar kanal tulang belakang (secara intrathecal). Kadang-kadang miconazole, rifampin, atau sulfisoxazole, diberikan secara oral, juga diberi. Miconazole dapat diberikan secara intrathecal.

  2. Granulomatous Amebic Encephalitis

    Radang otak Granulomatous amebic adalah infeksi sistem saraf pusat yang fatal yang disebabkan oleh spesies Acanthamoeba yang langka atau Balamuthia mandrillaris. Biasanya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah atau kesehatannya buruk.

    Amuba yang menyebabkan infeksi ini tinggal di air, tanah, dan debu di seluruh dunia. Banyak orang terpapar, tetapi sedikit yang terinfeksi. Biasanya terjadi pada orang yang sistem imunitasnya melemah atau kesehatanny secara umum buruk. Amuba mungkin masuk lewat kulit atau paru-paru dan menjalar ke otak lewat aliran darah.

    Gejala mulai secara perlahan. Orang mungkin mengalami demam dengan tingkat yang rendah, pandangan kabur, berubah kepribadian, dan bermasalah dengan berbicara, koordinasi, atau pandangan. Satu sisi badan atau muka mungkin menjadi lumpuh. Luka mungkin timbul di kulit. Sakit kepala dan pusing biasa terjadi. Kebanyakan orang terinfeksi meninggal, biasanya 7 sampai 120 hari sesudah gejala dimulai.

    Computed tomography (CT) scan dan ketukan tulang belakang biasanya dilakukan. Tes ini menolong meniadakan penyebab lainnya tetapi biasanya tidak bisa memperkuat diagnosa. Luka biasanya berisi amuba dan, jika ada, dilakuakn biopsi. Diagnosa sering dibuat setelah kematian.

    Beberapa antifungal obat dan antibiotika dapat digunakan. Dibromopropamidine, pentamidine, atau propamidine nampaknya paling berguna. Yang lain termasuk amphotericin B, fluorocytosine, itraconazole, ketoconazole, miconazole, neomycin, paromomycin, atau trimethoprim-sulfamethoxazole

  3. Amebic Keratitis

    Amebic keratitis adalah infeksi kornea yang disebabkan oleh spesies Acanthamoeba. Biasanya terjadi pada orang yang memakai lensa kontak.

    Amebic keratitis mungkin secara progresif merusak. Kebanyakan (85%) orang ditulari memakai lensa kontak. Infeksi lebih mungkin terjadi jika lensa dipakai selama berenang atau jika cairan pembersih lensa yang digunakan tidak steril. Beberapa infeksi timbul sesudah kornea terkikis.

    Biasanya, luka nyeri timbul di kornea. Gejala termasuk mata kemerahan, produksi air mata berlebihan, sensasi adanya benda asing, dan rasa sakit kalau mata terkena cahaya terang. Penglihatan biasanya rusak.

    Untuk diagnosa dokter mengambil sample dari kornea.

    Awalnya, infeksi yang tidak serius bisa diobati lebih mudah. Jika luka tidak serius, dokter menggunakan alat dengan ujung kapas kapas untuk menyingkirkan sel yang terinfeksi dan rusak. Kombinasi dari dua atau lebih obat antimikroba, seperti polyhexamethylene biguanide (dulu digunakan sebagai desinfekstan kontak lensa) ditambah propamidine (digunakan secara topikal/dioleskan), yang paling baik bekerjanya. Mereka digunakan sekali sejam untuk 3 hari pertama. Obat lain digunakan secara topikal (seperti obat anti jamur clotrimazole atau fluconazole atau antibiotika chlorhexidine) kadang-kadang juga digunakan. Fluconazole atau itraconazole dapat diminum, khususnya jika infeksi hebat. Pengobatan intensif pada bulan pertama, lalu lambat laun berkurang sewaktu penyembuhan terjadi. Pengobatan sering dilakukan 6 sampai 12 bulan. Jika pengobatan dihentikan terlalu cepat, infeksi mungkin berulang. Pembedahan untuk memperbaiki kornea (keratoplasty) jarang diperlukan kecuali kalau diagnosa dan pengobatan terlambat.


Obat Terkait
BERNESTEN
CLONITIA
COMBIDERM
HELTISKIN

Dracunculiasis

Infeksi Parasit

DEFINISI

Dracunculiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang Dracunculus medinensis. Yang menyebabkan rasa sakit, luka kulit meradang dan radang sendi yang melemahkan.

Infeksi tersebut terjadi sebagian besar pada jalur sempit melintasi beberapa negara di daerah Afrika Selatan dan di Yaman dan hanya berlangsung pada musim tertentu.

PENYEBAB

Orang menjadi terinfeksi dengan meminum air yang mengandung semacam binatang air yang terinfeksi berkulit keras yang kecil, yang selanjutnya menjadi hunian untuk cacing tersebut. setelah penyerapan, crustacean mati dan melepaskan larva, yang menembus dinding usus. Larva matang menjadi cacing dewasa sekitar 1 tahun. Setelah dewasa, cacing betina bergerak melalui jaringan di bawah kulit, biasanya menuju kaki. Di sana, mereka membuat bukaan pada kulit sehingga ketika mereka melepaskan larva, larva tersebut bisa meninggalkan tubuh, masuk ke air, dan menemukan hunian crustacean. Jika larva tidak mencapai kulit, mereka mati dan hancur atau mengeras (calcify) di bawah kulit.

GEJALA

Gejala-gejala diawali ketika cacing tersebut menembus kulit. Sebuah lepuhan terbentuk pada bukaan. Daerah di sekitar lepuhan gatal, terbakar, dan meradang-bengkak, merah, dan menyakitkan. Material yang dilepaskan cacing tersebut bisa menyebabkan reaksi alergi, yang bisa mengakibatkan kesulitan bernafas, muntah, dan ruam yang gatal. Gejala-gejala reda dan lepuhan tersebut sembuh setelah cacing dewasa meninggalkan tubuh. pada sekitar 50% orang, infeksi bakteri terjadi di sekitar bukaan karena cacing tersebut. Kadangkala persendian dan tendon di sekitar lepuhan rusak.

DIAGNOSA

Diagnosa adalah jelas ketika cacing dewasa tampak pada lepuhan. Sinar X kemungkinan dilakukan untuk menentukkan klasifikasi cacing.

PENGOBATAN

Biasanya, cacing dewasa pelan-pelan diangkat lebih dari sehari sampai seminggu dengan memutarnya pada sebuah batang. Cacing tersebut bisa diangkat dengan cara operasi setelah bius lokal digunakan, tetapi pada banyak daerah, metode ini tidak tersedia. Orang yang juga mengalami infeksi bakteri kadangkala diberikan metronidazole untuk mengurangi peradangan.

PENCEGAHAN

Penyaringan air minum melalui kain katun tipis, merebus air, dan hanya meminum air berklorin membantu mencegah dracunculiasis.

Schistosomiasis

Infeksi Parasit

DEFINISI

Schistosomiasis (bilharziasis) adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing pipih (cacing pita). Ini seringkali menyebabkan ruam, demam, panas-dingin, dan nyeri otot dan kadangkala menyebabkan nyeri perut dan diare atau nyeri berkemih dan pendarahan.

Schistosomiasis mempengaruhi lebih dari 200 juta orang di daerah tropis dan subtropis di Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Lima jenis schistosoma yang paling menyebabkan kasus pada schistosomiasis pada orang :

  • Schistosoma hematobium menginfeksi saluran kemih (termasuk kantung kemih)
  • Schistosoma mansoni, Schistosoma japonicum, Schistosoma mekongi, dan Schistosoma intercalatum menginfeksi usus dan hati. Schistosoma mansoni menyebar luas di Afrika dan satu-satunya schistosome di daerah barat.
PENYEBAB

Schistosomiasis diperoleh dari berenang, menyeberangi, atau mandi di air bersih yang terkontaminasi dengan parasit yang bebas berenang. Schistosomes berkembang biak di dalam keong jenis khusus yang menetap di air, dimana mereka dilepaskan untuk berenang bebas di dalam air. Jika mereka mengenai kulit seseorang, mereka masuk ke dalam dan bergerak melalui aliran darah menuju paru-paru, dimana mereka menjadi dewasa menjadi cacing pita dewasa. Cacing pita dewasa tersebut masuk melalui aliran darah menuju tempat terakhir di dalam pembuluh darah kecil di kandung kemih atau usus, dimana mereka tinggal untuk beberapa tahun. Cacing pita dewasa tersebut meletakkan telur-telur dalam jumlah besar pada dinding kandung kemih atau usus. Telur-telur tersebut menyebabkan jaringan setempat rusak dan meradang, yang menyebabkan borok, pendarahan, dan pembentukan jaringan luka parut. Beberapa telur masuk ke dalam kotoran(tinja)atau kemih. Jika kemih atau kotoran pada orang yang terinfeksi memasuki air bersih, telur-telur tersebut menetas, dan parasit memasuki keong untuk mulai siklusnya kembali.

Schistosoma mansoni dan schistosoma japonicum biasanya menetap di dalam pembuluh darah kecil pada usus. Beberapa telur mengalir dari sana melalui aliran darah menuju ke hati. Akibatnya peradangan hati bisa menyebabkan luka parut dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah yang membawa darah antara saluran usus dan hati (pembuluh darah portal). Tekanan darah tinggi di dalam pembuluh darah portal (hipertensi portal) bisa menyebabkan pembesaran pada limpa dan pendarahaan dari pembuluh darah di dalam kerongkongan.

Telur-telur pada schistosoma hematobium biasanya menetap di dalam kantung kemih, kadangkala menyebabkan borok, ada darah dalam urin, dan luka parut. Infeksi schistosoma hematobium kronis meningkatkan resiko kanker kantung kemih.

Semua jenis schistosomiasis bisa mempengaruhi organ-organ lain (seperti paru-paru, tulang belakang, dan otak). Telur-telur yang mencapai paru-paru bisa mengakibatkan peradangan dan peningkatan tekanan darah di dalam arteri pada paru-paru (hipertensi pulmonari).

GEJALA

Ketika schistosomes pertama kali memasuki kulit, ruam yang gatal bisa terjadi (gatal perenang). Sekitar 4 sampai 8 minggu kemudian (ketika cacing pita dewasa mulai meletakkan telur), demam, panas-dingin, nyeri otot, lelah, rasa tidak nyaman yang samar (malaise), mual, dan nyeri perut bisa terjadi. Batang getah bening bisa membesar untuk sementara waktu, kemudian kembali normal. kelompok gejala-gejala terakhir ini disebut demam katayama.

Gejala-gejala lain bergantung pada organ-organ yang terkena ::

  • Jika pembuluh darah pada usus terinfeksi secara kronis : perut tidak nyaman, nyeri, dan pendarahan (terlihat pada kotoran), yang bisa mengakibatkan anemia.
  • Jika hati terkena dan tekanan pada pembuluh darah adalah tinggi : pembesaran hati dan limpa atau muntah darah dalam jumlah banyak.
  • Jika kandung kemih terinfeksi secara kronis : sangat nyeri, sering berkemih, kemih berdarah, dan meningkatnya resiko kanker kandung kemih.
  • Jika saluran kemih terinfeksi dengan kronis : peradangan dan akhirnya luka parut yang bisa menyumbat saluran kencing.
  • Jika otak atau tulang belakang terinfeksi secara kronis (jarang terjadi) : Kejang atau kelemahan otot.
DIAGNOSA

Wisatawan dan imigran dari daerah-daerah dimana schistosomiasis adalah sering terjadi harus ditanyakan apakah mereka telah berenang atau menyeberangi air alam. Dokter bisa memastikan diagnosa dengan meneliti contoh kotoran atau urin untuk telur-telur. Biasanya, beberapa contoh diperlukan, tes darah bisa dilakukan untuk memastikan apakah seseorang telah terinfeksi dengan schistosoma mansoni atau spesies lain, tetapi tes tersebut tidak dapat mengindikasikan seberapa berat infeksi atau seberapa lama orang tersebut telah memilikinya. Kadangkala, seorang dokter mengambil contoh pada usus atau jaringan kantung kemih untuk diteliti di bawah mikroskop pada telur-telur. Untrasonografi bisa digunakan untuk mengukur seberapa berat schistosomiasis pada saluran kemih atau hati.

PENGOBATAN

Untuk pengobatan, 2 sampai 3 dosis praziquantel digunakan melalui mulut lebih selama 1 hari.

PENCEGAHAN

Schistosomiasis paling baik dicegah dengan menghindari berenang, mandi, atau menyeberang di air alam di daerah yang diketahui mengandung schistosomes.

Penyakit - Diseases

Diabetes
suatu penyakit yang terjadi karena tubuh kekurangan insulin, bisa karena pankreas tidak cukup atau hanya menghasilkan sedikit insulin, atau bisa juga karena sel tubuh melawan insulin yang dihasilkan – tidak bisa dicegah.

Diabetes
an illness that occurs when the body lacks insulin, either because the pancreas does not produce any or only a very small amount, or because the cells in the body are resistant towards the insulin it produces – is preventable.

Penyakit Malarian
adalah salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat Aceh melalui infeksi darah oleh parasit plasmodium.

Malarian Ailment
is one of the common diseases that is found in Aceh. It is a blood infection caused by a parasite called plasmodium.

Tuberkulosis
biasanya ditularkan melalui batuk seseorang. Seseorang biasanya terinfeksi jika mereka menderita sakit paruparu dan terdapat bakteria di dahak mereka.Dahak bercampur darah, batuk berdarah, sesak nafas dan nyeri dada, badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, tidak enak badan, berkeringat tanpa ada kegiatan, demam lebih dari satu malam.

Tuberculosis
is usually transmitted from infectious people coughing. People are usually infectious when they have pulmonary disease and thus they have bacteria in their sputum.Sputum mixed with blood, bleeding cough, shortwinded and painful in breathing, weaken body, loss of appetite, loss of weight, nausea, sweating without any activities, fever overnights.

Sahrul Jam


clock-desktop.com

Jika Perasaannya Was2 Jangan Dimainkan Videonya By Sahrul Cau