Tampilkan postingan dengan label Info penyakit: Medicastore -- Kategori Penyakit -- Kesehatan Jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info penyakit: Medicastore -- Kategori Penyakit -- Kesehatan Jiwa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2009

Keinginan Bunuh Diri

Bunuh Diri

DEFINISI

Tingkah laku bunuh diri ditandai dengan berhasil atau tidaknya usaha untuk membunuh diri sendiri.

Tingkah laku bunuh diri adalah tanda yang salah diartikan bahwa seseorang merasa putus asa atau putus harapan. Tingkah laku bunuh diri termasuk upaya untuk bunuh diri, isyarat bunuh diri, dan benar-benar bunuh diri. Upaya bunuh diri adalah tindakan bunuh diri yang tidak fatal. Jika upaya bunuh diri meliputi tindakan bunuh diri yang tidak mungkin memiliki potensi menjadi fatal, hal ini disebut isyarat bunuh diri. Seseorang melakukan berbagai tindakan (misal, mencerna 6 tablet asetaminopen) kemungkinan membuat permohonan untuk bantuan atau perhatian tanpa bermaksud benar-benar mengakhiri hidupnya. Bunuh diri lengkap adalah tindakan bunuh diri yang mengakibatkan kematian.

Informasi pada frekwensi bunuh diri sebagian besar dari sertifikat kematian dan laporan pemeriksaan dan kemungkinan lebih rendah dari tingkat sebenarnya. Bahkan sangat, tingkah laku bunuh diri secara nyata adalah masalah kesehatan yang umum secara keseluruhan. Meskipun kebanyakan tingkah laku bunuh diri tidak mengakibatkan kematian, 10% orang yang berusaha untuk membunuh dirinya sendiri menggunakan tindakan mereka yang berpotensi fatal melakukan kematian.

Tingkah laku bunuh diri terjadi pada orang disemua usia dan kedua jenis kelamin. Bunuh diri adalah penyebab kematian kedua diantara remaja dan adalah salah satu penyebab pada 10 kasus kematian teratas diantara remaja di Amerika Serikat. Tingkat tertinggi pada bunuh diri lengkap diantara pria yang lebih tua dari 70 tahun. sebaliknya, upaya bunuh diri lebih umum sebelum usia pertengahan. Upaya bunuh diri terutama sekali umum diantara remaja perempuan dan pria belum menikah di usia ke-30 mereka. Untuk semua kelompok usia, wanita berusaha bunuh diri 2 sampai 3 kali lebih sering dibandingkan pria, tetapi pria lebih mungkin meninggal pada upaya mereka.

Orang yang sudah menikah pada salah satu kelamin, terutama sekali mereka yang aman dalam berhubungan, memiliki tingkat bunuh diri yang lebih rendah dibandingkan orang yang belum menikah. Orang yang tinggal sendirian karena berpisah, bercerai, atau yang memiliki tingkat kemungkinan meninggalnya tinggi pada upaya dan bunuh diri lengkap. Memiliki anggota keluarga yang telah berusaha bunuh diri bisa meningkatkan resiko tersebut dengan baik.

Bunuh diri diantara pria berkulit hitam telah meningkat 80% pada 20 tahun terakhir, sehingga tingkat keseluruhan untuk orang kulit hitam sekarang berimbang dengan orang kulit putih, khususnya daerah perkotaan. Diantara orang amerika asli, tingkat tersebut juga meningkat akhir-akhir ini; pada beberapa suku bangsa, hal ini 5 kali dari rata-rata nasional. Tingkat bunuh diri lebih tinggi pada daerah perkotaan dibandingkan di daerah pedusunan diseluruh dunia. Kebanyakan bunuh diri berakhir di penjara.

Praktisi anggota kelompok agama mayoritas (terutama roma katolik dan yahudi) tidak mungkin melakukan bunuh diri. Beberapa orang umumnya didukung oleh keyakinan mereka dan disediakan jaminan perlindungan kemasyarakatan terdekat menghadapi tindakan menghancurkan diri sendiri. Meskipun begitu, keanggotaan religius dan keagamaan yang kuat percaya tidak diperlukan pencegahan individual yang keras, tindakan bunuh diri yang tidak dipertimbangkan selama waktu frustasi, marah, dan putus asa, khususnya ketika disertai dengan delusi pada rasa bersalah dan tidak berguna.

Catatan bunuh diri ditinggalkan oleh sekitar satu dari empat orang yang benar-benar bunuh diri. Catatan tersebut sering menunjuk ke hubungan pribadi dan peristiwa yang akan mengikuti kematian orang tersebut. cacatan ditinggalkan oleh orang tua sering segera diperhatikan oleh mereka yang ditinggalkan, sebaliknya orang yang lebih muda bisa langsung marah atau dendam. Isi catatan tersebut bisa mengindikasikan bahwa orang tersebut mengalami gangguan kesehatan mental yang menyebabkan tindakan bunuh diri.

PENYEBAB
Faktor resiko bunuh diri beresiko tinggi
  • lebih dari 55 tahun
  • Pria
  • Penyakit yang sangat menyakitkan atau melumpuhkan
  • Hidup sendirian
  • Hutang atau kemiskinan
  • Dipermalukan atau direndahkan
  • Depresi, khusunya yang berhubungan dengan psikosis atau gelisah.
  • Peristiwa menyedihkan yang lama ketika gejala-gejala lain pada depresi semakin baik.
  • Riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol.
  • Riwayat upaya bunuh diri sebelumnya.
  • Riwayat bunuh diri pada keluarga.
  • Kekerasan keluarga, termasuk fisik atau penyalahgunaan seks.
  • Preokupasi dan perbincangan mengenai bunuh diri.
  • Rencana bunuh diri yang digambarkan dengan baik.

Perilaku bunuh diri biasanya diakibatkan dari hubungan timbal-balik pada beberapa faktor, yang paling umum yaitu depresi. Pada kenyataannya, depresi berhubungan dengan lebih dari 50% upaya bunuh diri. Masalah perkawinan, tidak bahagia atau urusan cinta yang berakhir ( terutama diantara orang tua) bisa mempercepat depresi tersebut. seringkali, beberapa hal seperti gangguan pada hubungan yang penting, adalah petunjuk terakhir.

Depresi digabungkan dengan gangguan medis bisa menyebabkan upaya bunuh diri. Kebanyakan gangguan medis berhubungan dengan tingkat bunuh diri yang meningkat baik yang sevara langsung mempengaruhi ‘sistem syaraf dan otak (seperti AIDS, demensia, atau epilepsy lobe sementara) atau berhubungan dengan pengobatan yang bisa menyebabkan depresi (seperti obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi). Orang yang depresi termasuk gelisah atau cirri-ciri psikosis, seperti kepercayaan salah (delusi), kemungkinan beresiko lebih tinggi bunuh diri dibandingkan mereka yang depresinya tidan termasuk ‘ciri-ciri ini.

Orang yang telah mengalami pengalaman masa kanak-kanak yang traumatic, terutama sekali masalah keluarga yang menyusahkan, kehilangan orangtua, atau penyiksaan, lebih mungkin berusaha bunuh diri, kemungkinan karena mereka beresiko tinggi menjadi tertekan. Upaya bunuh diri juga lebih mungkin diantara para istri yang keras, kebanyakan dari mereka menyiksa anak-anak.

Depresi bisa jadi meningkat dengan penggunaan ‘alkohol, dimana sebaliknya membuat perilaku bunuh diri lebih mungkin. Penggunaan ‘alkohol mengurangi pengendalian diri sendiri dengan baik. Sekitar 30% orang yang berupaya untuk bunuh diri meminum ;alcohol sebelum upaya tersebut. karena pecandu alkohol, terutama sekali pesta minuman keras, seringkali menyebabkan perasaan menyesal yang dalam selama waktu yang membosankan, pecandu ‘alkohol rentan bunuh diri bahkan ketika tenang.

seseorang beresiko untuk bunuh diri. Orang dengan gangguan schizoprenia dan gangguan psikotik lainnya bisa mendengar suara-suara (pendengaran halusinasi) yang memerintahkan mereka untuk membunuh diri mereka sendiri. Orang dengan gangguan identitas borderline atau gangguan identitas antisocial, khususnya mereka dengan riwayat berperilaku kasar, bisa menggunakan isyarat bunuh diri atau upaya bunuh diri sebagai arti kembali menjadi seseorang atau membuat sebuah pernyataan.

Metode

Cara yang dipilih seringkali dipengaruhi oleh faktor budaya dan ketersediaan dan bisa atau tidak bisa menggambarkan keseriusan maksud. Beberapa cara (misal, melompat dari sebuah gedung yang tinggi) membuat bertahan hidup hampi tidak mungkin, sebaliknya cara lain (misal, obat-obatan dengan dosis yang berlebihan) membuat penyelamatan mungkin. Meskipun begitu, bahkan jika seseorang menggunakan sebuah cara yang terbukti tidak menjadi fatal, maksud tersebut bisa saja seserius pada seseorang yang caranya fatal.

Minum obat dengan dosis yang berlebihan dan meracuni diri sendiri adalah dua cara yang paling umum digunakan pada upaya bunuh diri. Asetaminofen saat ini adalah obat yang paling umum digunakan dalam upaya bunuh diri, tetapi antidepressan atau obat-obatan kombinasi juga umum digunakan.

Metode kekerasan, seperti tembakan dan gantungan, tidak biasa diantara upaya bunuh diri karena mereka biasanya mengakibatkan kematian. Pada benar-benar bunuh diri, tembakan adalah cara yang paling sering digunakan di Amerika Serikat. Hal ini adalah cara yang sebagian besar digunakan oleh para pria. Para wanita lebih mungkin untuk menggunakan cara tanpa kekerasana, seperti menggunakan racun, obat dengan dosis yang berlebihan , atau menenggelamkan diri.




PENCEGAHAN

Meskipun beberapa upaya atau benar-benar bunuh diri hadir sebagai peristiwa yang mengejutkan untuk keluarga dan teman, peringatan jelas diberikan pada banyak kasus. Setiap ancaman bunuh diri atau upaya bunuh diri adalah sebuah permohonan untuk minta tolong dan harus dilakukan dengan serius. Jika ancaman atau upaya tersebut diabaikan, sebuah nyawa kemungkinan hilang.

Jika seseorang mengancam atau telah siap berupaya untuk bunuh diri, polisi harus dihubungi dengan segera sehingga pelayanan darurat bisa tiba segera mungkin. Sampai pertolongan tiba, orang tersebut harus diajak bicara untuk menjadi tenang, dengan cara mendukung.

Seorang dokter biasanya mengopname seseorang yang telah mengancam atau berupaya bunuh diri. Bahkan jika orang tersebut tidak setuju untuk diopname, kebanyakan negara mengizinkan seorang dokter untuk mengopname seseorang yang menolak keinginannya jika dokter meyakini nahwa orang tersebut beresiko tinggi melukai dirinya sendiri.

Pencegahan bunuh diri : hot line krisis

Seseorang mengancam untuk bunuh diri dalam krisis, dan pusat pencegahan bunuh diri, ditempatkan disekitar negara, menyediakan sambungan telephone 24 jam untuk mereka yang dalam keadaan berbahaya. (email hot line di internet tersedia dengan baik). Pusat pencegahan bubuh diri diorganisisr oleh sukarelawan yang dilatih secara khusus.

Ketika orang yang berpotensi bunuh diri menghubungi sebuah hot line, seorang sukarelawan membuat sebuah hubungan dengan orang bunuh diri tersebut, mengingatkan mereka akan jati dirinya (misalnya, dengan menggunakan namanya secara berukang). Sukarelawan tersebut bisa menawarkan pertolongan yang bersifat membangun yang menyebabkan krisis tersebut dan meyakinkan orang tersebut untuk melakukan tindakan positif untuk menyelesaikannya. Sukarelawan tersebut bisa mengingatkan orang tersebut bahwa dia memiliki keluarga dan teman yang perduli dan ingin membantu. Pada akhirnya, sukarelawan tersebut bisa mencoba untuk memfasilitasi pertolongan professional darurat secara langsung untuk orang yang hendak bunuh diri tersebut.

Kadangkala seseorang bisa menghubungi sebuah hot line untuk mengatakan bahwa mereka telah siap melakukan sebuah tindakan bunuh diri (misal, menggunakan sebuah obat dengan dosis yang berlebihan atau memasang gas) atau dalam proses melakukan. Pada kasus ini, sukarelawan berusaha untuk memperoleh alamat orang tersebut. jika hal itu tidak mungkin, sukarelawan lain menghubungi polisi untuk melacak panggilan tersebut dan berupaya melakukan penyelamatan. Orang tersebut dijaga tetap pada panggilan sampai polisi tiba.

Bunuh diri karenna terpengaruh

Setiap tindakan bunuh diri memiliki efek tanda emosional pada semua yang terlibat. Keluarga orang tersebut, teman, dan dokter bisa merasa berasalah, malu, dan menyesal tidak melakukan pencegahan bunuh diri tersebut. mereka bisa juga merasa marah kepada orang tersebut. segera, mereka bisa menyadari bahwa mereka tidak dapat mencegah bunuh diri tersebut. kadangkala seorang konselor dukacita atau sebuah kelompok membantu-diri sendiri, seperti penyelamat bunuh diri, bisa membantu keluarga dan teman menghadapi perasaan bersalah dan dukacita mereka. Dokter perawatan utama atai pelayanan kesehatan mental sekitar (misal, pada negara atau tingkat negara) bisa seringkali membantu menolong menempatkan sumber-sumber ini. sebagai tambahan, organisasi nasional, seperti yayasan Amerika untuk pencegahan bunuh diri, seringkali memeliharan direktori pada kelompok pendukung sekitar. Sumber-seuber yang tersedia pada internet sebagai baik.

Efek upaya bunuh diri adalah serupa. meskipun begitu, anggota keluarga dan teman mengalami kesempatan untuk memecahkan perasaan mereka dengan bereaksi secara wajar terhadap tangisan seseorang untuk pertolongan.

Bunuh diri yang dibantu

Bunuh diri yang dibantu merujuk pada pertolongan yang diberikan kepada seseorang yang berharap untuk mengakhiri hidupnya oleh seorang dokter atau pemerhati kesehatan professional lainnya atau bahkan oleh anggota keluarga atau teman. Bunuh diri yang dibantu sangat controversial karena ini membalikkan tujuan umum dokter, yang mana untuk mempertahankan kehidupan. Bunuh diri yang dibantu adalah tidak sah di seluruh negara kecuali Oregon. Diseluruh Amerika, dokter bisa menyediakan pengobatan yang dimaksudkan untuk meminimalkan penderitaan fisik dan emosi, tetapi mereka tidak dapat secara khusus bermaksud untuk mempercepat kematian.

Gangguan Khayalan (Delusional Disorder)

Skizoprenia dan Delusi

DEFINISI

Gangguan khayalan ditandai dengan satu atau lebih keyakinan palsu yang berlangsung setidaknya 1 bulan.

Gangguan khayalan biasanya pertama kali mempengaruhi orang di pertengahan atau akhir kehidupan orang dewasa. Khayalan cenderung tidak aneh dan berhubungan dengan situasi yang bisa secara masuk akal terjadi dalam kehidupan nyata, seperti diikuti, diracuni, terinfeksi, cinta jarak jauh, atau ditipu oleh pasangan atau kekasih. Beberapa subjenis pada gangguan khayalan diketahui.

Pada erotomanic subtype, tema pusat pada khayalan adalah bahwa orang lain mencintai secara individual. Upaya untuk berhubungan dengan benda pada khayalan melalui panggilan telepon, surat, atau bahkan pengawasan dan mengikuti kemungkinan umum. Perilaku berhubungan dengan khayalan bisa mendatangkan konflik dengan hukum.

Pada grandiose subtype, orang tersebut berkeyakinan bahwa mereka memiliki talenta besar atau telah membuat beberapa penemuan penting.

Pada subtipe cemburu, orang tersebut berkeyakinan bahwa pasangan atau kekasih tidak setia. Keyakinan ini didasari pada kesimpulan yang tidak benar oleh ‘bukti’ yang meragukan. Di bawah beberapa keadaan, serangan fisik kemungkinan menjadi bahaya yang signifikan.

Pada subtipe penyiksa, orang tersebut percaya bahwa dia direncanakan untuk dilawan, diselidiki, difitnah, atau diganggu. Orang tersebut bisa mencoba berulang-kali untuk memperoleh keadilan dengan protes ke pengadilan dan para agen pemerintahan lainnya. Jarang, kekerasan kemungkinan dipilih untuk pembalasan penyiksaan yang dibayangkan.

Pada subjenis somatik, orang tersebut terlalu disibukkan dengan fungsi atau atribut tubuh, seperti kelainan atau bau fisik yang dibayangkan. Khayalan tersebut bisa juga mengambil bentuk kondisi kesehatan umum yang dibayangkan, seperti infeksi parasit.


GEJALA

Gangguan delusional bisa muncul dari gangguan kepribadian paranoid yang telah ada. Diawali pada masa dewasa dini, orang dengan gangguan kepribadian paranoid menunjukkan kecurigaan pervasiv dan kecurigaan pada orang lain dan motif mereka. Gejala-gejala awal bisa termasuk merasa dieksploitasi, terlalu sibuk dengan kesetiaan atau kepercayaan pada teman, membaca ancaman yang berarti ke dalam keterangan atau peristiwa yang tidak berbahaya, menyimpan dendam untuk waktu yang lama, dan bereaksi dengan segera dari perhatian yang meremehkan.

DIAGNOSA

Setelah menguasai kondisi tertentu lain yang berhubungan dengan khayalan, seorang dokter mendasari diagnosa pada gangguan khayalan sebagian besar pada riwayat orang tersebut. Hal ini sangat penting untuk dokter untuk menilai tingkat bahaya, terutama tingkat dimana orang tersebut ingin bertindak dalam khayalannya.

PENGOBATAN

Gangguan khayalan umumnya tidak menyebabkan kerusakan hebat. Meskipun begitu, orang tersebut bisa menjadi semakin terlibat dengan khayalan. Kebanyakan orang bisa tetap dipekerjakan.

Hubungan dokter-pasien yang baik membantu dalam pengobatan gangguan khayalan. Opname kemungkinan diperlukan jika dokter tersebut meyakini orang tersebut adalah membahayakan. Obat-obatan antipsikotis tidak umum digunakan tetapi kadangkala efektif dalam menekan gejala-gejala. Tujuan pengobatan jangka panjang adalah untuk mengangkat focus yang hilang orang tersebut dari khayalan ke daerah yang lebih membangun dan memuaskan, meskipun tujuan ini sering sulit untuk dicapai.

Schizophrenia

Skizoprenia dan Delusi

DEFINISI

Schizoprenia adalah kekacauan jiwa yang serius ditandai dengan kehilangan kontak pada kenyataan (psikosis), halusinasi, khayalan (kepercayaan yang salah), pikiran yang abnormal dan mengganggu kerja dan fungsi sosial.

Schizophrenia adalah masalah kesehatan umum di seluruh dunia. Kejadian schizophrenia di seluruh dunia adalah kurang dari 1 persen, walaupun angka kejadian bisa lebih tinggi atau lebih rendah yang telah diketahui.

Di Amerika Serikat, orang dengan schizoprenia menempati sekitar seperempat tempat tidur rumah sakit dan tinggal kurang lebih 20 hari.

Schizophrenia lebih sering terjadi daripada penyakit Alzheimer, penyakit gula, atau multiple sklerosis.

Beberapa ciri-ciri kekacauan merupakan bagian dari gejala Schizophrenia. Kekacauan yang menyerupai Schizophrenia, tetapi dengan gejala yang ada kurang dari 6 bulan, hal ini disebut Schizophreniform.

Kekacauan dengan lama kegilaan berakhir sedikitnya 1 hari tetapi kurang dari 1 bulan disebut penyakit psikosis singkat.

Suatu kekacauan ditandai oleh adanya perasaan, seperti depresi atau keranjingan, serta gejala schizophrenia yang lebih khas disebut schizoaffective.

Suatu kekacauan watak yang mungkin mirip dengan gejala Schizophrenia, tetapi dengan gejala umum yang tidak begitu hebat seperti kriteria untuk kegilaan, disebut schizotypal kekacauan watak.

Jenis Schizophrenia

Beberapa peneliti percaya Schizophrenia adalah kekacauan tunggal, sedangkan yang lainnya percaya hal ini adalah sindrom (koleksi gejala) dari banyak sumber penyakit. Jenis Schizophrenia didasarkan pengelompokan pasien dengaan gejala yang sama.Tetapi pada penderita secara individu, jenisnya akan berubah dengan berjalannya waktu.

Schizophrenia paranoid ditandai dengan keasyikan dengan khayalan atau halusinasi pendengaran; berbicara ngawur dan emosi yang aneh menonjol.

Hebephrenic atau Schizophrenia tidak teratur ditandai dengan berbicara ngawur, kelakuan aneh, dan emosi datar yang aneh.

Schizophrenia Catatonic didominasi dengan gejala fisik seperti keadaan tak bergerak, gerak tubuh berlebihan, atau melakukan postur aneh.

Schizophrenia yang tak dapat digolongkan sering ditandai dengan gejala-gejala dari semua kelompok; khayalan dan halusinasi, memikirkan kekacauan dan kelakuan aneh, dan gejala defisit atau negatif.

Baru-baru ini, Schizophrenia sudah diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya dan keparahan gejala negatif atau defisit.

Pada pasien dengan jenis negatif atau defisit schizophrenia, dengan gejala negatif, seperti emosi yang datar, kekurangan motivasi, dan tidak punya tujuan yang menonjol.

Pada penderita dengan non-defisit atau paranoid sizofrenia, khayalan dan halusinasi sangat menonjol, tetapi memiliki relatif sedikit gejala negatif yang terpantau.

Pada umumnya, orang dengan Schizophrenia non-defisit cenderung menjadi tidak parah dan lebih responsif terhadap pengobatan.

PENYEBAB

Meskipun penyebab spesifik Schizophrenia tidak diketahui, kekacauan ini secara jelas mempunyai dasar biologi.

Banyak teori menyetujui model ?vulnerability-stress?, dimana schizophrenia sering terjadi pada orang yang secara biologis lemah. Apa yang membuat orang yang lemah menjadi Schizophrenia belum diketahui tetapi mungkin termasuk kecenderungan genetik; masalah setelah, selama, atau sesudah kelahiran; atau infeksi virus otak.

Kesulitan dalam mengolah informasi, ketidakmampuan untuk memberi perhatian, ketidakmampuan untuk bertingkah laku dengan cara yang dapat diterima secara sosial, dan ketidakmampuan untuk menanggulangi masalah umum mungkin menunjukkan kelemahan.

Di model ini, tekanan lingkungan, seperti peristiwa kehidupan menegangkan atau bagian masalah mendasar yang salah, menjadi pemicu datangnya dan kambuhnya Schizophrenia pada individu yang lemah.

GEJALA

Penderita Schizophrenia banyak terjadi antara usia 18 dan 25 tahun bagi laki-laki dan antara 26 sampai 45 untuk wanita. Tetapi, datangnya di masa kecil atau awal masa remaja atau di akhir masa hidup adalah jarang terjadi.

Datangnya mungkin mendadak, beberapa hari atau minggu, atau lambat dan tersembunyi, lebih dari bertahun-tahun.

Keparahan dan macam gejala bisa berubah-ubah secara signifikan di antara penderita Schizophrenia.

Secara umum, gejala terbagi dalam tiga kelompok utama; khayalan dan halusinasi; pikiran yang kacau dan tabiat yang aneh; dan dengan gejala yang minim dan negatif.

Orang mungkin mempunyai gejala dari satu atau ketiga kelompok tersebut. Gejala-gejala tersebut bisa cukup parah seperti mengganggu kemampuan untuk bergaul dengan orang lain, dan merawat diri sendiri.

Khayalan adalah kepercayaan palsu yang biasanya meliputi salah tafsir persepsi atau pengalaman. Misalnya, penderita Schizophrenia mungkin mengalami khayalan, percaya bahwa mereka sedang disiksa, diikuti, diperdayakan, atau dimata-matai.Mereka mungkin mempunyai referensi khayalan, percaya bahwa bagian dari buku, koran, atau syair lagu ditujukan secara khusus untuk mereka.

Mereka mungkin mempunyai khayalan pemikiran yang terbalik atau pikiran disisipi, percaya bahwa orang lain bisa membaca pikiran mereka, bahwa pikiran mereka sedang ditransfer ke orang lain, atau bahwa pikiran dan gerak hati mereka sedang dipaksakan pada oleh pihak lain.

Halusinasi baik, penglihatan, bau, rasa, atau sentuhan mungkin terjadi, meskipun halusinasi suara (halusinasi pendengaran) adalah yang sering terjadi.

Penderita mungkin ?mendengar? suara yang mengomentari kelakuannya, berbicara dengan satu sama lain, atau membuat komentar kritis dan kasar terhadapnya.

Kekacauan pikiran berkaitan dengan pikiran yang berantakan, yang tampak kalau berbicara bertele-tele, bergeser dari satu topik kepada lainnya, dan kehilangan arah tujuannya. Kemampuan bicara mungkin dengan perlahan menjadi tak teratur atau betul-betul membingungkan dan tak dapat dipahami.

Kelakuan aneh mungkin berubah bentuk menjadi kebodohan kanak-kanak, kegelisahan, atau penampilan, kebersihan, atau berlagak yang tak pantas.


Kelakuan Catatonic motor adalah bentuk ekstrim tingkah laku yang aneh pada penderita dimana penderita berdiam dengan postur kaku dan melawan untuk dipindahkan atau, lebih parah lagi, berdiam diri tanpa maksud dan gerak motornya tak terangsang.

Gejala defisit atau negatif Schizophrenia termasuk tidak terpengaruh, kemunduran ketrampilan berbicara, anhedonia, dan antisosial.

Tidak terpengaruh seperti emosi yang datar. Mimik penderita mungkin tak beremosi; kontak mata buruk dan kesulitan mengekspresikan perasaan. Peristiwa yang umumnya membuat orang tertawa atau menangis tak diresponnya.

Kemunduran ketrampilan berbicara sesuai dengan kemunduran pemikiran yang menyebabkan penurunan keterampilan berbicara. Jawaban terhadap pertanyaan mungkin ketus, satu dua kata, membuat kesan kekosongan dalam.

Anhedonia merujuk pada ketidakmampuan menikmati kesenangan; penderita mungkin kurang tertarik pada hobinya dan melewatkan lebih banyak waktu tanpa tujuan.

Asosial adalah kurangnya ketertarikan untuk berhubungan dengan orang lain.

Gejala-gejala negatif ini sering dihubungkan dengan kehilangan motivasi, pencapaian maksud, dan cita-cita.

DIAGNOSA

Tidak ada pengujian untuk mendiagnosa Schizophrenia. Seorang psikiater membuat diagnosa berdasarkan penilaian menyeluruh terhadap sejarah dan gejala penderita.

Untuk memperkuat diagnosa Schizophrenia, gejala harus ada sedikitnya 6 bulan dan berhubungan dengan menurunnya kinerja, sekolah, atau fungsi sosial.

Informasi dari keluarga, teman, atau guru sangat penting untuk menentukan kapan mulai sakit. Dokter akan mengesampingkan kemungkinan bahwa gejala kegilaan penderita disebabkan oleh kekacauan perasaan.

Pengujian laboratorium sering dilakukan untuk mengesampingkan penyalahgunaan bahan atau obat, atau kerusakan sistem endokren yang dapat menimbulkan efek psikosis.

Contoh kerusakan seperti tumor otak, ayan cuping temporal, penyakit autoimune, penyakit Huntington?s, penyakit hati, dan reaksi berlawanan dari obat.

Orang dengan Schizophrenia mempunyai otak abnormal yang dapat dilihat melalui alat pemindai tomography (CT scan) atau magnetic resonance imaging(MRI).Tetapi, kekurangannya adalah tak spesifik untuk mendiagnosa sizofrenia pada pasien perseorangan.

PENGOBATAN

Tujuan umum pengobatan adalah mengurangi keparahan gejala kegilaan, mencegah kekambuhan dari masa timbulnya gejala dan hal-hal yang berkaitan dengan kemunduran fungsi, dan memberikan dukungan untuk mencapai taraf hidup yang terbaik.

Obat antipsikosis, aktivitas rehabilitasi dan komunitas pendukung, dan psikoterapi adalah tiga komponen utama dalam pengobatan.

Obat antipsikosis efektif untuk mengurangi dan menghilangkan gejala seperti delusi, halusinasi dan pikiran yang kacau. Setelah gejala akut telah hilang, pemberian obat antipsikosis yang terus menerus untuk menghilangkan gejala secara menyeluruh.

Sayangnya, antipsikosis mempunyai efek samping yang berat seperti sedasi, kekakuan otot, tremor dan berat badan meningkat. Obat ini juga dapat menyebabkan tardive dyskinesia, suatu kekacauan gerakan yang tak disengaja sering ditandai dengan mengerutkan bibir dan lidah atau menulis diatas tangan atau kaki. Tardive dyskinesia tak akan hilang walau obat dihentikan. Jika kasus ini terjadi tak ada pengobatan yang efektif.

Sekitar 75 persen penderita merespon obat antipsikosis utama, seperti chlorpromazine, fluphenazine, haloperidol, atau thioridazine. Setengah lebih dari 25 persen penderita dapat dibantu oleh obat antipsikosis baru clozapine.

Karena clozapine mempunyai efek samping seperti menyerang atau menekan fungsi sumsum tulang. Biasanya obat ini digunakan hanya pada penderita yang tidak berespon terhadap obat antipsikosis lainnya. Penderita yang meminum obat ini harus diperiksa kandungan sel darah putihnya setiap minggu.

Penelitian untuk mencari obat yang tidak mempunyai efek samping yang serius seperti clozapine dilakukan. Risperidone sekarang sudah tersedia.

Psikoterapi adalah aspek pengobatan lain yang penting. Pada umumnya, tujuan psikoterapi adalah untuk membangun hubungan kolaborasi antara pasien, keluarga dan dokter. Dengan demikian diharapkan penderita dapat belajar untuk memahami dan mengontrol penyakitnya, untuk minum obat sesuai resep dan mengatur stres yang dapat memperburuk penyakit.

PENCEGAHAN

Untuk waktu pendek (1 tahun), prognosis Schizophrenia berhubungan erat dengan bagaimana penderita menjalani pengobatan.

Tanpa pengobatan 70 hingga 80 persen penderita yang pernah menderita schizophrenia akan mengalami kekambuhan setelah 2 bulan berikutnya dari masa sakit yang lalu. Pemberian obat yang terus menerus dapat mengurangi tingkat kekambuhan hingga 30 persen.

Untuk jangka panjang, prognosis penderita schizophrenia bervariasi. Pada umumnya, sepertiga penderita mengalami kesembuhan yang berarti dan tetap, sepertiga pendeita mengalami sedikit perbaikan yang diselingi dengan kekambuhan dan sepertiga penderita kondisinya menjadi buruk dan permanen.

Faktor yang mempengaruhi prognosis yang baik meliputi mulai munculnya penyakit yang mendadak, menderita pada usia lanjut, mempunyai tingkat kemampuan yang baik dan berprestasi sebelum sakit, penyakit dengan jenis paranoid atau nondefisit.

Faktor yang mempengaruhi prognosis yang buruk meliputi menderita pada waktu muda, tingkat sosial dan kemampuan yang rendah sebelum sakit, dari keluarga penderita schizophrenia, dan penyakit dengan jenis hebeprenic atau defisit.

10 persen kasus bunuh diri ada kaitannya dengan Schizophrenia . Rata-rata, schizophrenia mengurangi masa hidup penderita 10 tahun.


Obat Terkait
NOPRENIA

Gangguan Depersonalisasi

Amnesia

DEFINISI

Gangguan depersonalisasi ditandai dengan perasaan terpisah yang lama atau berulang dari tubuh atau proses mental seseorang (depersonalisasi) dan oleh perasaan di luar peninjau pada kehidupan seseorang.

Gejala pada depersonalisasi adalah gejala psikologi ketiga yang paling sering terjadi (setelah perasaan gelisah dan perasaan depresi) dan seringkali terjadi setelah seseorang mengalami bahaya yang mengancam nyawa, seperti kecelakaan, penyerangan, atau penyakit atau luka serius. Gangguan depersonalisasi tidak dipelajari secara luas, dan penyebab dan kejadiannya pada masyarakat tidak diketahui.


GEJALA

Orang dengan gangguan depersonalisasi mengalami persepsi yang menyimpang pada identitas, tubuh, dan hidup mereka yang membuat mereka tidan nyaman, gejala-gejala kemungkinan sementara atau lama atau berulang untuk beberapa tahun. orang dengan gangguan tersebut seringkali mempunyai kesulitan yang sangat besar untuk menggambarkan gejala-gejala mereka dan bisa merasa takut atau yakin bahwa mereka akan gila.

Gangguan depersonalisasi bisa jadi kecil, gangguan penyampaian dengan sedikit nyata berpengaruh pada perilaku. Beberapa orang bisa menyesuaikan atau bahkan menghambat dampaknya. Yang lainnya terus menerus digoda dengan kegelisahan pada sikap pandang mereka, khawatir bahwa mereka akan menjadi gila atau memikirkan melebihi persepsi menyimpang pada tubuh mereka dan perasaan mereka terpisah dari diri mereka sendiri dan orang lain. Penderitaan mental bisa melumpuhkan mereka.

DIAGNOSA

Diagnosa pada gangguan depersonalisasi dibuat berdasarkan gejala-gejala. Seorang dokter mengevalusai orang tersebut untuk mengesampingkan gangguan fisik (seperti gangguan serangan), penyalahgunaan obat, dan gangguan kesehatan mental lainnya, tes psikologi dan prosedur wawancara khusus bisa membantu dokter mengenali masalah tersebut.

PENGOBATAN

Gangguan depersonalisasi seringkali hilang tanpa pengobatan. Pengobatan dijamin hanya jika gangguan tersebut lama, berulang, atau menyebabkan gangguan. Psikoterapi psikodinamis, terapi perilaku, dan hipnotis telah efektif untuk beberapa orang. Obat-obat penenang dan antidepresan membantu seseorang dengan gangguan tersebut. gangguan depersonalisasi seringkali berhubungan dengan atau dipicu (diendapkan) dengan gangguan kesehatan mental lainnya, yang memerlukan pengobatan. Setiap tekanan berhubungan dengan permulaan serangan (onset) gangguan depersonalisasi harus ditunjukkan.

Beberapa tingkat keringanan biasanya dicapai dengan pengobatan. Benar-benar sembuh adalah mungkin untuk banyak orang, khususnya mereka yang gejala-gejalanya terjadi dalam hubungan dengan stress yang bisa ditunjukkan selama pengobatan. Orang lain dengan gangguan depersonalisasi tidak bisa bereaksi dengan baik terhadap pengobatan, meskipun mereka bisa sembuh secara bertahap dengan sendirinya. Beberapa tetap tidak bereaksi terhadap seluruh pengobatan.

Gangguan Identitas Disosiasi

Amnesia

DEFINISI

Pada gangguan identitas disosiasi, tadinya disebut gangguan kepribadian ganda, dua atau lebih identitas atau berganti-ganti kepribadian.

Gangguan identitas disosiasi muncul menjadi gangguan mental yang agak umum. Yang bisa ditemukan pada 3 sampai 4% orang dirawat di rumah sakit untuk gangguan kesehatan mental lainnya dan minoritas besar juga pada orang dalam fasilitas pengobatan penyalahgunaan obat. meskipun begitu, beberapa ahli percaya bahwa kebanyakan kasus pada gangguan ini menggambarkan pengaruh terapis pada orang yang dapat diusulkan.

Gangguan identitas disosiasi timbul disebabkan oleh interaksi pada beberapa faktor. Hal ini termasuk stress yang berlebihan ; kemampuan untuk memisahkan ingatan seseorang, persepsi, atau identitas dari keadaan sadar; perkembangan kelainan psikologi, dan perlindungan dan pengawasan selama masa kanak-kanak yang tidak tercukupi.

Perkembangan manusia memerlukan anak tersebut untuk dapat untuk mengintegritasi kerumitan dan jenis informasi dan pengalaman berbeda. Sebagaimana anak belajar untuk mencapai kekompakkan, identitas konpleks, mereka melalui tahap dimana persepsi yang berbeda dan emosi pada mereka sendiri dan yang lainnya dijaga tetap terpencil. Perbedaan persepsi dan emosi ini menjadi berhubungan pada generasi perbedaan itu sendiri, tetapi setiap anak yang mengalami penyiksaan atau kehilangan besar atau trauma telah memiliki kapasitas untuk mengalami kepribadian ganda. Mereka yang telah mengalami kapasitas tersebut juga mengalami cara normal menghadapi, dan kebanyakan anak yang peka cukup terlindungi dan ditenangkan oleh orang dewasa, sehingga gangguan identitas disosiasi tidak terbentuk.

Gangguan identitas disosiatif dan kekerasan masa kanak-kanak
Sekitar 97 sampai 98% orang dewasa dengan gangguan identitas disosiatif dilaporkan telah mengalami kekerasan selama masa kanak-kanak. Kekerasan dapat didokumentasikan untuk 85% orang dewasa dan 95% pada anak dan remaja dengan gangguan identitas disosiatif.

Meskipun kekerasan masa kanak-kanak adalah penyebab terbesar pada gangguan identitas disosiatif, hal itu bukan berarti seluruh kekerasan khusus dinyatakan oleh orang dengan gangguan ini benar-benar terjadi. Beberapa aspek pada beberapa pengalaman yang dilaporkan secara jelas tidak akurat. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak menyalahgunakan sepenuhnya, tetapi agak, mengalami kehilangan penting yang dini, seperti kematian orangtua, seperti penyakit fisik, atau beberapa pengalaman lain yang sangat mengganggu.

GEJALA

Beberapa gangguan identitas disosiasi seringkali menggambarkan susunan gejala-gejala yang bisa menyerupai pada gangguan kesehatan mental lain seperti kebanyakan gangguan fisik. Beberapa gejala mengindikasikan bahwa gangguan lainnya benar-benar ada. Misal, kesedihan bisa mengindikasikan depresi coexisting, atau itu kemungkinan bahwa salah satu kepribadian adalah emosi yang terlepas yang bergabung dengan kemalangan di masa lalu.

Gangguan identitas disosiatif adalah kronik dan berpotensi kelumpuhan atau fatal, meskipun kebanyakan gangguan tersebut berfungsi dengan sangat baik dan menyebabkan hidup yang kreatif dan produktif. Orang dengan gangguan ini mudah terluka dengan sendirinya. Mereka melakukan perusakan diri sendiri. Kebanyakan berupaya untuk bunuh diri.

Pada gangguan identitas disosiatif, beberapa kepribadian seseorang adalah sadar pada informasi pribadi yang penting, sedangkan kepribadian yang lain tidak sadar. Beberapa kepribadian timbul untuk mengetahui dan berinteraksi dengan satu sama lain di dalam dunia yang besar. Misal, kepribadian kemungkinan menyadari kepribadian B dan tahu apakah B, seperti jika memperoleh tingkah laku B, kepribadian B bisa atau tidak bisa menyadari kepribadian A. kepribadian lain bisa atau tidak bisa menyadari kepribadian B, dan kepribadian B bisa atau tidak bisa menyadari mereka.

Pertukaran kepribadian dan kekurangan kesadaran pada tungkah laku seseorang pada kepribadian lain seringkali membuat hidup kacau balau untuk orang dengan gangguan identitas disosiatif. Karena kepribadian tersebut seringkali berinteraksi satu sama lain, orang dengan gangguan kepribadian disosiatif dilaporkan mendengar percakapan bagian dalam dan suara pada kepribadian lain menafsirkan tingkah laku mereka atau memetakan mereka. Mereka mengalami penyimpangan waktu, dengan memory kehilangan ingatan dan amnesia. Mereka merasakan pelepasan dari diri mereka sendiri (depersonalisasi) dan merasa bahwa orang disekitarnya tidak nyata (derealisasi). Mereka seringkali memiliki perhatian dengan masalah pada pengendalian, kedua pengendalian diri dan mengendalikan yang lainnya. Sebagai tambahan, orang dengan gangguan identitas disosiatif cenderung untuk mengalami sakit kepala berat atau nyeri tubuh lainnya dan bisa mengalami disfungsi seks. Ikatan berbeda pada gejala-gejala terjadi pada waktu yang berbeda.

Orang dengan gangguan identitas disosiatif bisatidak dapat mengingat kembali hal-hal yang mereka lakukan atau mencatat perubahan tingkah laku mereka. Seringkali mereka menunjuk diri sendiri sebagai ‘kami’, ‘laki-laki’, atau ‘perempuan’. Ketika kebanyakan orang tidak dapat banyak mengingat kembali mengenai 3 sampai 5 tahun pertama pada kehidupan, orang dengan gangguan identitas disosiatif bisa mengalami amnesia yang pantas dipertimbangkan untuk periode antara usia 6 dan 11 dengan baik.

DIAGNOSA

Untuk membuat diagnosa gangguan identitas disosiatif, dokter melakukan wawancara psikologi seksama. Penelitian medis kemungkinan untuk dipastikan jika gangguan fisik adalah ada yang bisa menjelaskan gejala-gejala tertentu. Pertanyaan-pertanyaan khusus telah dikembangkan untuk membantu dokter mengidentifikasikan gannguan identitas disosiasi.

Wawancara bisa diperlukan untuk waktu yang lama dan berhubungan dengan penggunaan yang hati-hati pada hypnosis atau memberi kemudahan obat. hypnosis atau wawancara fasilitas obat bisa membuat orang tersebut lebih mungkin untuk mengizinkan dokter untuk menemukan kepribadian-kepribadian lainnya atau untuk mengungkapkan informasi mengenai sebuah jangka waktu untuk yang mana adalah amnesia. Meskipun begitu, beberapa dokter merasa bahwa ‘hipnosis dan wawancara obat difasilitasi harus tidak dilakukan karena mereka meyakini bahwa cara ini bisa menyebabkan gejala-gejala mereka sendiri pada gangguan identitas disosiasi.

PENGOBATAN

Beberapa gejala-gejala bisa datang dan pergi (naik-tururn) secara spontan, tetapi gangguan identitas disosiasi tidak hilang dengan sendirinya. Tujuan pengobatan tersebut biasanya untuk menyatukan berbagai kepribadian kedalam kepribadian tunggal. Meskipun begitu, penggabungan tidak selalu mungkin. Pada keadaan ini, tujuan tersebut adalah untuk mencapai interaksi harmonis diantara kepribadian-kepribadin yang membiarkan berfungsi lebih normal.

Terapi obat bisa meringankan beberapa gejala-gejala coexisting khusus, seperti gelisah atau depresi, tetapi tidak mempengaruhi gangguan itu sendiri.

Psikoterapi seringkali sulit dan sangat menyakitkan secara emosional. Orang tersebut bisa mengalami berbagai krisis emosional yang berasal dari tindakan kepribadian-kepribadian dan dari keputus asaan yang bisa terjadi ketika ingatan traumatic teringat kembali selama terapi. Beberapa jangka waktu opname psikiatris kemungkinan diperlukan untuk membantu orang tersebut melalui waktu-waktu sulit dan memegang ingatan tertentu yang sangat menyakitkan. Biasanya, dua atau lebih seminggu sesi psikoterapi untuk setidaknya 3 sampai 6 tahun diperlukan. Hypnosis kemungkinan sangat membantu.

Prognosis

Prognosis orang dengan gangguan identitas disosiasi tergantung pada gejala-gejala dan cirri-ciri yang mereka alami. Misal, orang yang mengalami gangguan kesehatan mental serius tambahan, seperti gangguan kepribadian, gangguan mood, gangguan makan, dan gangguan obat-obatan terlarang, mengalami dugaan yang lebih buruk

Dissociative Fugue

Amnesia

DEFINISI

Dissociative fugue adalah sebuah gangguan dimana salah satu atau lebih peristiwa yang tiba-tiba, tidak diharapkan, dan dengan maksud tertentu berjalan dari rumah (fugue) terjadi, sepanjang dimana seseorang tidak dapat mengingat beberapa atau seluruh masa lalunya.

Dissociative fugue mengenai sekitar 2 dari 1.000 orang di Amerika Serikat. Hal ini lebih umum pada orang yang telah mengalami perang, kecelakaan, atau bencana alam.

PENYEBAB

Penyebab dissociative fugue serupa kepada dissociative amnesia. Dissociative fugue sering disalaharti sebagai malingering, karena kedua kondisi bisa terjadi dibawah keadaan bahwa seseorang mungkin tidak bisa memahami keinginan untuk menghindar. Meskipun begitu, dissociative fugue terjadi secara spontan dan tidak dibuat-buat. Malingering adalah sebuah penyataan dimana seseorang berpura-pura sakit karena hal itu memindahkan tanggung jawab untuk tindakan mereka, memberikan mereka sebuah pengecualian untuk menghindari tanggung jawab, atau mengurangi sentuhan mereka untuk resiko yang diketahui, seperti tugas pekerjaan yang berbahaya. Kebanyakan fugue tampak melambangkan pemenuhan keinginan yang disembunyikan (misal, lari dari tekanan yang berlebihan, seperti perceraian atau kegagalan keuangan). Fugues lainnya berhubungan dengan perasaan ditolak atau dipisahkanm atau mereka bisa melindungi orang tersebut dari bunuh diri atau impul pembunuhan.

Ketika dissociative fugue berulang labih dari beberapa waktu, orang tersebut biasanya memiliki gangguan identitas dissociative yang mendasari.

GEJALA

Fugue bisa berlangsung dari hitungan jam sampai mingguan, atau kadangkala bahkan lebih lama. Seseorang yang dinyatakan fugue, mengalami kehilangan identitas biasanya, biasanya hilang dari tempat yang biasanya dikunjungi, meninggalkan keluarga dan pekerjaannya. Jika fugue tersebut singkat, orang tersebut bisa tampak secara sederhana kehilangan beberapa pekerjaan atau pulang terlambat, atau, jika bingung, bisa mengunjungi perhatian medis atau kekuasaan menurut undang-undang, jika fugue tersebut berlangsung beberapa hari atau lebih lama, orang tersebut bisa bepergian jauh dari rumah dan mulai pekerjaan baru dengan identitas yang baru, tidak menyadari setiap perubahan pada hidupnya. Selama fugue tersebut, orang tersebut bisa terlihat normal dan tidak menarik perhatian. Meskipun begitu, pada hal tertentu, orang tersebut bisa menjadi sadar pada ingatan yang hilang (amnesia) atau bingung mengenai identitasnya.

Seringkali orang tersebut tidak memiliki gejala-gejala atau hanya bingung yang ringan selama fugue tersebut, meskipun begitu, ketika fugue tersebut berakhir, orang tersebut bisa mengalami depresi, tidak nyaman, sedih, malu, konflik hebat, dan kecendrungan untuk bunuh diri atau impuls agresif.

DIAGNOSA

Seorang dokter bisa menduga dissociative fugue ketika seseorang tampak bingung mengenai jati dirinya atau bingung mengenai masa lalunya, atau ketika berhadapan dengan tantangan identitas orang tersebut atau kemangkiran seseorang. Dokter membuat diagnosa dengan secara hati-hati melihat kembali gejala-gejala orang tersebut dan melakukan penelitian fisik untuk menghilangkan gangguan fisik yang bisa menimbulkan atau menyebabkan hilangnya memori. Penelitian psikologi juga dilakukan.

Kadangkala dissociative fugue tidak dapat didiagnosa sampai orang tersebut kembali dengan tiba-tiba kepada identitas pre-fugue dan susah untuk menemukan dirinya pada keadaan yang tidak dikenalinya. Diagnosa tersebut biasanya dibuat secara retroactive oleh seorang dokter mereview riwayat dan pengumpulan informasi orang tersebut dimana dokumen keadaan sebelum orang tersebut meninggalkan rumah, berjalan dengan sendirinya, dan menetapkan pengganti kehidupan.

PENGOBATAN

Kebanyakan fugue berlangsung hitungan jam atau harian dan hilang dengan sendirinya. Dissociative fugue diobati lebih banyak seperti dissociative amnesia, dan pengobatan bisa termasuk penggunaan hypnosis atau wawancara obat-difasilitasi. Meskipun begitu, uoaya untuk menyimpan ingatan pada periode fugue biasanya tidak berhasil. Seorang terapis bisa membantu orang tersebut untuk memeriksa pola mereka pada penanganan jenis situasi tersebut, konflik, dan mood yang memicu (precipitated) episode fugue untuk mencegah perilaku fugue berikutnya.

Pengenalan Amnesia

Amnesia

DEFINISI
Amnesia dan gangguan yang serupa dikategorikan oleh psikiater sebagai gangguan dissociative. Termaksud amnesia dissociative, fugue dissociative, gangguan dissociative identitas, dan gangguan depersonalisasi. Gangguan dissociativebiasanya disebabkan (precipitated) oleh stress berlebihan. Stress bisa disebabkan oleh pengalaman atau menyaksikan peristiwa yang traumatis, kecelakaan, atau bencana. Atau orang yang mengalami konflik dalam diri sehingga pikirannya dipaksa untuk tidak rukun atau informasi dan perasaan yang tidak bisa diterima dari pikiran sadar.

Amnesia Disosiatif

Amnesia

DEFINISI

Amnesia disosiatif adalah jenis amnesia yang disebabkan oleh trauma atau stress yang menghasilkan ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi yang penting.

Amnesia disosiatif adalah salah satu jenis amnesia. Amnesia adalah ketidakmampuan secara penuh atau sebagian untuk mengingat pengalaman yang baru atau lama. Ketika amnesia disebabkan oleh psikologis daripada gangguan fisik, disebut amnesia disosiatif. Amnesia bisa juga sebuah gejala pada gangguan lain, seperti gangguan stress akut, gangguan stress postraumatic, atau gangguan somatization.

Pada amnesia disosiatif, kehilangan ingatan biasanya mempengaruhi informasi yang secara normal sebagai bagian dari keadaan sadar yang rutin atau ingatan ‘riwayat diri’- yang salah satunya adalah : apa yang dilakukan ; kemana pergi ; dengan siapa berbicara ; apa yang dikatakan, berpikir, dan merasa ; dan sebagainya, kadang kala informasi tersebut, lupa diingat, yang selanjutnya mempengaruhi tingkah laku orang tersebut.

Orang dengan amnesia dissociative biasanya memiliki satu atau lebih celah ingatan yang hilang beberapa menit sampai beberapa jam atau hari. Meskipun begitu, celah ingatan yang hilang setahun atau bahkan sepanjang hidup seseorang bisa terjadi. Kebanyakan orang dengan amnesia disosiatif menyadari benar bahwa mereka telah ‘kehilangan beberapa waktu’, tetapi beberapa orang menyadari kehilangan waktu hanya ketika mereka sadar atau dihadapkan pada fakta bahwa mereka telah melakukan hal-hal yang mereka tidak ingat. Beberapa orang dengan amnesia dissociative lupa beberapa hal tetapi tidak semua peristiwa yang melebihi jangka waktu tertentu ; yang lainnya tidak dapat mengingat seluruh kehidupan yang telah berlalu atau lupa hal-hal yang mereka alami.

PENYEBAB

Gangguan ini sangat sering terjadi pada orang dewasa muda, lebih sering terjadi pada orang yang telah terlibat di dalam peperangan, kecelakaan, atau bencana alam. Hal itu juga dapat menghalangi ingatan pada kekerasan seksual pada masa kanak-kanak, yang nantinya teringat lagi di masa dewasa. Amnesia dissociative bisa terjadi untuk beberapa waktu setelah peristiwa traumatic. Apakah beberapa pemulihan ingatan merefleksikan peristiwa sesungguhnya pada ingatan masal lalu orang tidak diketahui, sampai dipastikan oleh orang lain.

GEJALA

Gejala yang sangat umum pada amnesia dissociative adalah kehilangan ingatan. Segera setelah menjadi amnesia, seseorang bisa kelihatan bingung. Kebanyakan orang dengan amnesia dissociative setidaknya depresi atau sangat menderita karena amnesia mereka.

DIAGNOSA

Untuk membuat diagnosa, dokter dengan hati-hati meninjau ulang gejala orang tersebut dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menghilangkan penyebab fisik pada amnesia. Tes, termasuk electroencephalography dan tes darah untuk racun dan obat-obatan, kadangkala dibutuhkan untuk menghilangkan penyebab fisik. Pemriksaan psikologis juga dilakukan. Tes psikologi khusus seringkali membantu dokter menggolongkan lebih baik dan memahami pengalaman dissociative orang tersebut untuk membuat rencana pengobatan.

PENGOBATAN

Dokter memulai pengobatan dengan membantu orang tersebut untuk merasa aman dan terjamin. Jika ingatan yang hilang tidak secara spontan teringat, atau jika kebutuhan untuk mengingat ingatan tersebut mendesak, teknik mengingat kembali seringkali berhasil. Menggunakan hipnotis atau wawancara yang diawali dengan obat (wawancara dilakukan setelah orang tersebut tenang dengan obat secara infus seperti amobarbital atau midazolam), dokter menanyakan orang yang amnesia mengenai masa lalunya.

Dokter menggunakan hipnotis dan wawancara dengan obat untuk mengurangi hubungan dengan jangka waktu tersebut dimana terdapat amnesia, dan untuk masuk atau memotong pertahanan orang amnesia yang telah diciptakan untuk melindungi dari mengingat pengalaman menyakitkan atau konflik. Dokter harus hati-hati untuk tidak memberi kesan apa yang harus diingat atau merangsang ketertarikan ekstrem. Ingatan diingat kembali melalui beberapa cara bisa jadi tidak akurat dan bisa memerlukan bukti pendukung eksternal. Oleh karena itu, sebelum hypnosis atau wawancara drug-facilitated dilakukan, dokter memberitahukan kepada orang yang amnesia bahwa ingatan bisa didapat kembali dengan teknik ini atau bisa tidak akurat dan memperoleh persetujuan orang tersebut untuk diproses.

Mengisi celah ingatan seluas mungkin menolong memulihkan kesinambungan terhadap jati diri orang tersebut dan perasaan mereka sendiri. Satu kali amnesia menghilang, psikoterapi lanjutan menolong orang tersebut memahami trauma atau konflik yang menyebabkan gangguan tersebut dan memecahkannya

Kebanyakan orang mendapatkan kembali apa yang hilang dari ingatan mereka dan menyelesaikan konflik yang menimbulkan amnesia. Meskipun begitu, beberapa orang tidak pernah menembus penghalang yang mencegah mereka dari merekonstruksi ingatan mereka yang telah lalu.

Gangguan Kepribadian Borderline

Gangguan Kepribadian

DEFINISI

Penderita dengan kepribadian ini, seringkali wanita, tidak stabil pada kesan dirinya, suasana hatinya, perilakunya atau hubungan interpersonalnya (yang seringkali heboh dan hebat). Kepribadian ini menjadi jelas terlihat pada usia dewasa muda, tetapi biasanya hilang seiring bertambah umur. Orang dengan kepribadian ini seringkali kehilangan perhatian yang cukup sewaktu masa kanak-kanak, sehingga mereka merasa kosong, marah, dan membutuhkan pengasuhan. Ketika seorang dengan kepribadian ini merasa butuh perhatian, mereka tampak kesepian dan seperti terlantar, sering minta bantuan untuk depresinya, melecehkan, gangguan makan, dan habis dianiaya. Namun demikian, ketika mereka takut ditinggalkan oleh orang yang perhatian, suasana hatinya berubah secara dramatis. Mereka seringkali menunjukkan marah yang tidak tepat dan hebat, diiringi dengan perubahan ekstrim dalam cara pandang mereka terhadap dunia, diri sendiri, dan orang lain berubah dari hitam menjadi putih, benci jadi cinta, atau berubah sikap jadi baik tetapi tidak pernah bersikap netral. Orang dengan kepribadian ini yang merasa ditinggalkan dan kesepian mungkin heran apakah mereka benar-benar ada (sehingga mereka merasa tidak nyata). Mereka dapat menjadi benar-benar impulsif, terlibat perzinahan secara sembarangan atau pelecehan diri. Terkadang mereka begitu jauh dengan kenyataan dimana mereka memiliki episode singkat berpikir psikotik, paranoid dan halusinasi. Orang dengan kepribadian ini biasanya diketahui oleh dokter yang merawatnya pertama kali, lalu mereka cencerung mengunjungi dokter secara teratur sesuai dengan pengobatan yang direkomendasikan. Gangguan kepribadian ini juga merupakan gangguan kepribadian umum yang diobati oleh psikiater karena orang dengan gangguan ini mencari perawatan untuk dirinya.



DIAGNOSA

Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku.

Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya.

Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan.

Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap.

PENGOBATAN

Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya.

Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain.

Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis.

Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada.

Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan.

Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat.

Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri.

Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas.

Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain.

Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya.

Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi.

Gangguan Kepribadian Antisosial

Gangguan Kepribadian

DEFINISI

Orang dengan kepribadian antisosial (dulu disebut psikopat atau kepribadian sosiopatik), sering kali pria, menunjukkan acuh tak acuh dan acuh tidak punya perasaan terhadap hak dan perasaan orang lain. Mereka mengeksploitasi orang lain untuk mendapatkan materi atau kepuasan pribadi (tidak seperti penderita narsistik yang berpikir mereka lebih baik daripada orang lain).

Secara karakteristik seperti orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka menangani rasa frustasi dengan buruk, dan seringkali bermusuhan atau kasar. Meskipun masalah atau bahaya mereka yang menyebabkan dengan sikap antisosialnya, mereka menyalahkan orang lain. Tidak jujur dan menipu meliputi hubungan mereka. Rasa frustasi dan hukuman jarang membuat mereka merubah prilakunya.



DIAGNOSA

Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku.

Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya.

Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan.

Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap.

PENGOBATAN

Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya.

Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain.

Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis.

Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada.

Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan.

Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat.

Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri.

Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas.

Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain.

Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya.

Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi.

Gangguan Kepribadian Narsisistik

Gangguan Kepribadian

DEFINISI

Orang dengan kepribadian narsis memiliki perasaan superior dan kepercayaan diri yang berlebihan pada diri sendiri dan kepentingannya, dimana psikiater sebut ?grandiosity?.

Orang dengan kepribadian ini mungkin terlalu sensitif terhadap kegagalan, kekalahan, kritikan dan jika dihadapkan pada kegagalan dengan opini terhadap diri sendiri yang tinggi, dapat dengan mudah menjadi marah sekali hingga depresi berat. Karena mereka yakin superior dalam berhubungan dengan orang lain, mereka mengharapkan dikagumi dan seringkali curiga orang lain cemburu padanya.

Mereka merasa mereka memiliki kedudukan untuk mendapatkan keinginannya tanpa perlu menunggu, sehingga mereka mengeksploitasi orang lain, siapa yang butuh dan percaya akan dianggap kurang penting. Prilaku mereka biasanya ofensif terhadap orang lain, mereka tampak fokus pada diri sendiri, arogan dan egois.



DIAGNOSA

Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku.

Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya.

Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan.

Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap.

PENGOBATAN

Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya.

Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain.

Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis.

Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada.

Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan.

Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat.

Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri.

Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas.

Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain.

Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya.

Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi.

Gangguan Kepribadian Histrionic

Gangguan Kepribadian

DEFINISI

Penderita kepribadian ini mencari perhatian dengan mencolok dan berprilaku dengan dramatis. Sikap ekspresif yang mereka jalani begitu mudah terjadi tetapi seringkali tampak dibuat-buat, kekanakan, dan berusaha menimbulkan rasa simpati atau perhatian (seringkali secara erotis atau seksual) dari orang lain.

Penderita gangguan ini cenderung bertingkah provokatif secara seksual atau menjadikan hubungan nonseksual menjadi seksual. Mereka mungkin sebenarnya tidak ingin melakukan hubungan seksual; tetapi tingkah laku mereka yang menggoda sering menutupi keinginan untuk terikat dan terlindungi.

Beberapa penderita juga bersedih tanpa alasan dan membesar-besarkan masalah fisik mereka untuk mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan.



DIAGNOSA

Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku.

Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya.

Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan.

Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap.

PENGOBATAN

Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya.

Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain.

Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis.

Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada.

Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan.

Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat.

Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri.

Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas.

Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain.

Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya.

Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi.

Gangguan Kepribadian Schizotypal

Gangguan Kepribadian

DEFINISI

Penderita gangguan ini sama seperti penderita kepribadian skizoid, secara sosial dan emosi memisahkan diri. Ditambah, mereka berkomunikasi, merasa, dan berpikir yang aneh.

Sementara itu keanehan tersebut mirip dengan penderita skizoprenia, dan kadang-kadang kepribadian ini ditemukan pada penderita skizoprenia. Sebelum mereka sakit. Beberapa penderita menunjukkan tanda berupa pemikiran magis- berkeyakinan bahwa aksi tertentu dapat mengontrol sesuatu yang jelas-jelas tidak ada hubungannya.

Sebagai contoh, penderita mungkin percaya bahwa nasib jelek akan benar-benar terjadi jika mereka berjalan di bawah tangga atau dia dapat menyebabkan bahaya bagi orang lain dengan berpikir untuk marah. Penderita gangguan ini mungkin juga memiliki pemikiran paranoid.



DIAGNOSA

Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku.

Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya.

Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan.

Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap.

PENGOBATAN

Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya.

Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi sering kali datangnya dari orang lain.

Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis.

Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada.

Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan.

Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat.

Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri.

Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas.

Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain.

Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya.

Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi.

Gangguan Kepribadian Schizoid

Gangguan Kepribadian

DEFINISI

Penderita kepribadian ini adalah tertutup, mengucilkan diri dan menyendiri. Mereka secara emosi dingin dan menjauh kehidupan sosial.

Mereka seringkali tertarik pada pemikiran dan perasaan mereka sendiri dan takut berhubungan secara intim dan dekat dengan orang lain.

Mereka bicara sedikit, sering melamun, dan lebih suka membicarakan teori ketimbang melakukan aksi.



DIAGNOSA

Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku.

Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya.

Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan.

Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap.

PENGOBATAN

Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya.

Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain.

Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis.

Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada.

Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan.

Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat.

Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri.

Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas.

Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain.

Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya.

Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi.

Gangguan Kepribadian Paranoid

Gangguan Kepribadian

DEFINISI

Orang dengan kepribadian paranoid memproyeksikan konflik dan permusuhan mereka dengan orang lain. Mereka umumnya dingin dan menjauh dari hubungan.

Mereka cenderung mencari permusuhan dan bersikap dengki terhadap orang yang bersifat santai, jujur, bahkan sikap positif, dan bersikap curiga untuk merubah situasi.

Seringkali, rasa curiga tersebut menimbulkan sikap agresif atau penolakan dari orang lain, akibatnya tampak membenarkan prasangka awal mereka.

Juga penderita seringkali mengambil jalur hukum untuk melawan orang lain, khususnya jika mereka merasa sepantasnya untuk marah.

Mereka tidak mampu untuk melihat kewajiban diri mereka sendiri dalam konflik. Meskipun mereka biasanya bekerja relatif terisolasi, mereka mungkin sangat efisien dan teliti.



DIAGNOSA

Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku.

Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya.

Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan.

Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap.

PENGOBATAN

Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya.

Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain.

Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis.

Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada.

Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan.

Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat.

Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri.

Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas.

Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain.

Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya.

Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi

Gangguan Kepribadian

Gangguan Kepribadian

DEFINISI

Personality disorders (gangguan kepribadian) ditandai dengan perasaan tercabik-cabik, bereaksi dan terhubung dengan hal yang relatif tetap, tidak mudah menyesuaikan diri dan secara sosial tidak bisa diadaptasi dalam segala situasi.

Setiap orang memiliki pola karakteristik dalam merasa dan berhubungan dengan orang lain dan kejadian (ciri khas kepribadian). Dengan kata lain, setiap orang cenderung untuk terperangkap pada stres tunggal tetapi berulang. Sebagai contoh, beberapa orang selalu merespon situasi bermasalah dengan mencari bantuan orang lain. Yang lain selalu berasumsi bahwa mereka dapat menyelesaikan masalah sendiri. Beberapa orang mengecilkan masalah, yang lain membesar-besarkan masalah.

Meskipun orang cenderung untuk selalu merespon situasi yang sulit dengan cara yang sama, kemungkinan besar mencoba dengan pendekatan lain jika respon pertama mereka tidak efektif. Berlainan dengan penderita gangguan kepribadian begitu kaku sehingga mereka tidak dapat beradaptasi dengan keadaan, dimana mengganggu fungsi kemampuan mereka.

Pola tidak beradaptasi mereka dalam berpikir dan berprilaku menjadi tampak pada usia dewasa muda, sering lebih tua, dan cenderung bertahan sepanjang hidup. Mereka kemungkinan besar mempunyai masalah pada hubungan sosial dan interpersonal serta pekerjaan.

Penderita biasanya tidak sadar bahwa tingkah laku mereka atau pola pikir mereka tidak pantas; atau lebih parah lagi, mereka sering percaya bahwa pola pikir mereka normal dan benar. Sering anggota keluarga atau pihak sosial mengirim mereka ke psikiater karena tingkah laku mereka yang tak pantas menyebabkan kesulitan pada orang lain.

Berbeda dengan penderita kecemasan yang membuat masalah pada dirinya bukan ke orang lain. Ketika penderita mencari pertolongan untuk dirinya, biasanya karena frustasi, mereka cenderung meyakini masalah mereka disebabkan orang lain atau situasi sulit tertentu.

Gangguan ini terdiri dari tipe paranoid, skizoid, schizotypal, histrionic, narcissistic, antisocial, borderline, avoidant, dependent, obsessive-compulsive, and passive-aggressive. Gangguan ini, dulunya disebut gangguan kepribadian ganda, tetapi gangguan ini berbeda sama sekali.

Parafilia

Gangguan Seks dan Psikoseks

DEFINISI
Parafilia (penyimpangan gairah) dalam bentuk yang sangat berat merupakan penyimpangan dari norma-norma dalam hubungan seksual yang dipertahankan secara tradisional, yang secara sosial tidak dapat diterima.

Ciri utama dari parafilia adalah:
- khayalan atau perilaku yang merangsang seksual yang dilakukan secara berulang-ulang dan sangat kuat, yang melibatkan obyek tertentu (misalnya sepatu, baju dalam, bahan kulit atau karet)
- menimbulkan penderitaan dan nyeri pada seseorang atau pasangannya
- melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak menginginkannya (anak-anak, orang yang tidak berdaya atau pemerkosaan).

Biasanya mulai timbul pada akhir masa kanak-kanak atau mendekati masa pubertas, dan sekali muncul, biasanya akan terus menetap seumur hidup.

Parafilia bisa terjadi dalam bentuk fetihisme, transvestisme, pedofilia, eksibisionisme, voyeurisme, masokisme atau sadisme.
Sebagian besar penderita adalah pria, dan banyak yang menderita lebih dari 1 jenis parafilia. <


FETISHISME.

Pada fetishisme, penderita kadang lebih menyukai untuk melakukan aktivitas seksual dengan menggunakan obyek fisik (fetish, jimat), dibandingkan dengan manusia.

Penderita akan terangsang dan terpuaskan secara seksual jika:
- memakai pakaian dalam milik orang lain
- memakai bahan karet atau kulit
- memegang, menggosok-gosok atau membaui sesuatu, misalnya sepatu bertumit tinggi.

Penderita kelainan ini tidak mampu melakukan fungsi seksualnya tanpa jimat yang mereka miliki.


TRANSVESTISME.

Pada transvestisme, seorang pria kadang lebih menyukai untuk mengenakan pakaian wanita atau (yang lebih jarang terjadi) seorang wanita lebih menyukai untuk mengenakan pakaian pria.
Pada kedua kasus tersebut, baik pria maupun wanita, ingin merubah seksnya, seperti halnya pada transseksualis.

Mengenakan pakaian lawan jenisnya tidak selalu merupakan kelainan jiwa dan mungkin tidak mempengaruhi hubungan seksual pasangan tersebut.
Transvestisme merupakan suatu kelainan jika:
- menimbulkan masalah
- menyebabkan gangguan tertentu
- melibatkan perilaku berani-mati yang memungkinkan terjadinya cedera, kehilangan pekerjaan atau hukuman penjara.

Penderita mengenakan pakaian lawan jenisnya untuk alasan lainnya selain rangsangan seksual, seperti untuk mengurangi kecemasan, untuk santai atau sebagai suatu eksperimen (percobaan) dengan sisi feminin yang mereka miliki.


PEDOFILIA.

Pedophilia adalah kecenderungan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak kecil.

Di negara-negara Barat, pedofilia biasanya diartikan sebagai keinginan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak yang berusia di bawah 13 tahun.
Seseorang yang didiagnosis pedofilia, setidaknya berusia 16 tahun dan biasanya minimal 5 tahun lebih tua daripada korban.

Penderita sangat terganggu dan fikirannya dipenuhi dengan khayalan seksual tentang anak-anak, bahkan meskipun tidak terjadi aktivitas seksual yang sesungguhnya.

Beberapa penderita hanya tertarik pada anak-anak, seringkali anak pada usia tertentu; sedangkan penderita lainnya tertarik pada anak-anak dan dewasa.
Baik pria maupun wanita bisa menderita pedofilia, dan korbannya pun bisa anak laki-laki maupun anak perempuan.

Penderita mungkin hanya tertarik pada anak-anak kecil dalam keluarganya sendiri (incest), atau mereka bisa juga mengincar anak-anak kecil di lingkungan sekitarnya.
Penderita bisa melakukan pemaksaan atau kekerasan untuk melakukan hubungan seksual dengan anak-anak tersebut dan memberikan ancaman supaya korbannya tutup mulut.

Pedofilia bisa diobati dengan psikoterapi dan obat-obatan yang merubah dorongan seksual.
Pengobatan tersebut bisa dilakukan berdasarkan kemauan sendiri atau setelah penderita menjalani proses hukum.

Beberapa penderita memberikan respon terhadap pengobatan, sedangkan penderita lainnya tidak.
Hukuman penjara, bahkan untuk waktu yang lama, tidak merubah hasrat maupun khayalan penderita.


EKSIBISIONISME

Pada eksibisionisme, seseorang (biasanya laki-laki) memamerkan alat kelaminnya kepada orang lain yang sama sekali tidak menduga hal ini akan terjadi dan pada saat melakukan hal tersebut, penderita akan terangsang secara seksual.
Bisa terjadi masturbasi setelah penderita melakukan hal tersebut.

Hubungan seksual yang lebih jauh hampir tidak pernah terjadi, sehingga penderita jarang melakukan pemerkosaan.

Sebagian penderita yang tertangkap, berusia dibawah 40 tahun.

Seorang wanita bisa memamerkan tubuhnya dengan cara-cara yang mengganggu, tetapi pada wanita, eksibisionisme jarang dihubungkan dengan kelainan psikoseksual.


VOYEURISME

Pada voyeurisme, seseorang akan terangsang jika melihat orang lain yang menanggalkan pakaiannya, telanjang atau sedang melakukan hubungan seksual.
Voyeurisme merupakan kegiatan mengintip yang menggairahkan, bukan merupakan aktivitas seksual dengan orang yang dilihat.

Voyeurisme dalam tingkatan tertentu sering terjadi pada anak-anak laki-laki dan pria dewasa, dan masyarakat seringkali menilai perilaku dalam bentuk yang ringan ini sebagai sesuatu yang normal.
Tetapi sebagai suatu kelainan, voyeurisme merupakan metode aktivitas seksual yang lebih disukai oleh penderitanya dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengintip korbannya.

Sebagian besar penderita adalah pria.
Salah satu kriteria yang merupakan ciri khas dari voyeurisme, yaitu melihat secara sembunyi-sembunyi.


MASOKISME & SADISME

Masokisme merupakan kenikmatan seksual yang diperoleh jika penderita secara fisik dilukai, diancam atau dianiaya.
Sedangkan sadisme adalah kebalikan dari masokisme, yaitu kenikmatan seksual yang diperoleh penderita jika dia menyebabkan penderitaan fisik maupun psikis pada mitra seksualnya.

Sejumlah sadisme dan masokisme sering dimainkan dalam hubungan seksual yang sehat.
Sebagai contoh, penggunaan saputangan sutra untuk menirukan perbudakan dan tamparan ringan pada saat melakukan hubungan seksual, sering dilakukan dengan persetujuan mitra seksualnya dan bukan merupakan suatu sadomasokistik.

Tetapi masokisme atau sadisme sampai yang tingkat yang berat, dapat mengakibatkan luka baik fisik maupun psikis, bahkan kematian.

Kelainan seksual masokisme melibatkan kebutuhan akan penghinaan, pemukulan atau penderitaan lainnya yang nyata, bukan pura-pura. yang dilakukan oleh mitra seksualnya untuk membangkitkan gairah seksualnya.
Misalnya penyimpangan aktivitas seksual yang berupa asfiksiofilia, dimana penderita dicekik atau dijerat (baik oleh mitra seksualnya maupun oleh dirinya sendiri).
Berkurangnya pasokan oksigen ke otak yang bersifat sementara pada saat mengalami orgasme, dicari sebagai penambahan kenikmatan seksual; tetapi cara tersebut bisa secara tidak sengaja menyebabkan kematian.
Sadisme seksual bisa terjadi hanya dalam khayalan atau mungkin diperlukan untuk perangsangan atau untuk mencapai orgasme.
Beberapa penderita sadisme, menjerat korban yang ketakutan, yang tidak menyetujui apa yang dilakukan oleh penderita dan kemudian memperkosanya.
Penderita lainnya, secara khusus mencari mitra seksual yang menderita masokisme dan memenuhi keinginan sadistiknya dengan mitra seksual yang memang senang untuk disakiti.

Khayalan dari pengendalian dan kekuasaan total seringkali penting bagi penderita, dan penderita sadisme bisa mengikat dan menyumbat mitra seksualnya dengan cara yang rumit.
Pada kasus yang berat, penderita bisa menyiksa, memotong, mencambuk, memasang kejutan listrik atau membunuh mitra seksualnya.

Penyakit - Diseases

Diabetes
suatu penyakit yang terjadi karena tubuh kekurangan insulin, bisa karena pankreas tidak cukup atau hanya menghasilkan sedikit insulin, atau bisa juga karena sel tubuh melawan insulin yang dihasilkan – tidak bisa dicegah.

Diabetes
an illness that occurs when the body lacks insulin, either because the pancreas does not produce any or only a very small amount, or because the cells in the body are resistant towards the insulin it produces – is preventable.

Penyakit Malarian
adalah salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat Aceh melalui infeksi darah oleh parasit plasmodium.

Malarian Ailment
is one of the common diseases that is found in Aceh. It is a blood infection caused by a parasite called plasmodium.

Tuberkulosis
biasanya ditularkan melalui batuk seseorang. Seseorang biasanya terinfeksi jika mereka menderita sakit paruparu dan terdapat bakteria di dahak mereka.Dahak bercampur darah, batuk berdarah, sesak nafas dan nyeri dada, badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, tidak enak badan, berkeringat tanpa ada kegiatan, demam lebih dari satu malam.

Tuberculosis
is usually transmitted from infectious people coughing. People are usually infectious when they have pulmonary disease and thus they have bacteria in their sputum.Sputum mixed with blood, bleeding cough, shortwinded and painful in breathing, weaken body, loss of appetite, loss of weight, nausea, sweating without any activities, fever overnights.

Sahrul Jam


clock-desktop.com

Jika Perasaannya Was2 Jangan Dimainkan Videonya By Sahrul Cau