| DEFINISI Tingkah laku bunuh diri ditandai dengan berhasil atau tidaknya usaha untuk membunuh diri sendiri. |
| PENYEBAB Faktor resiko bunuh diri beresiko tinggi
Perilaku bunuh diri biasanya diakibatkan dari hubungan timbal-balik pada beberapa faktor, yang paling umum yaitu depresi. Pada kenyataannya, depresi berhubungan dengan lebih dari 50% upaya bunuh diri. Masalah perkawinan, tidak bahagia atau urusan cinta yang berakhir ( terutama diantara orang tua) bisa mempercepat depresi tersebut. seringkali, beberapa hal seperti gangguan pada hubungan yang penting, adalah petunjuk terakhir. |
| PENCEGAHAN Meskipun beberapa upaya atau benar-benar bunuh diri hadir sebagai peristiwa yang mengejutkan untuk keluarga dan teman, peringatan jelas diberikan pada banyak kasus. Setiap ancaman bunuh diri atau upaya bunuh diri adalah sebuah permohonan untuk minta tolong dan harus dilakukan dengan serius. Jika ancaman atau upaya tersebut diabaikan, sebuah nyawa kemungkinan hilang. |
Sabtu, 01 Agustus 2009
Keinginan Bunuh Diri
Gangguan Khayalan (Delusional Disorder)
| DEFINISI Gangguan khayalan ditandai dengan satu atau lebih keyakinan palsu yang berlangsung setidaknya 1 bulan. |
| GEJALA Gangguan delusional bisa muncul dari gangguan kepribadian paranoid yang telah ada. Diawali pada masa dewasa dini, orang dengan gangguan kepribadian paranoid menunjukkan kecurigaan pervasiv dan kecurigaan pada orang lain dan motif mereka. Gejala-gejala awal bisa termasuk merasa dieksploitasi, terlalu sibuk dengan kesetiaan atau kepercayaan pada teman, membaca ancaman yang berarti ke dalam keterangan atau peristiwa yang tidak berbahaya, menyimpan dendam untuk waktu yang lama, dan bereaksi dengan segera dari perhatian yang meremehkan. |
| DIAGNOSA Setelah menguasai kondisi tertentu lain yang berhubungan dengan khayalan, seorang dokter mendasari diagnosa pada gangguan khayalan sebagian besar pada riwayat orang tersebut. Hal ini sangat penting untuk dokter untuk menilai tingkat bahaya, terutama tingkat dimana orang tersebut ingin bertindak dalam khayalannya. |
| PENGOBATAN Gangguan khayalan umumnya tidak menyebabkan kerusakan hebat. Meskipun begitu, orang tersebut bisa menjadi semakin terlibat dengan khayalan. Kebanyakan orang bisa tetap dipekerjakan. |
Schizophrenia
| DEFINISI Schizoprenia adalah kekacauan jiwa yang serius ditandai dengan kehilangan kontak pada kenyataan (psikosis), halusinasi, khayalan (kepercayaan yang salah), pikiran yang abnormal dan mengganggu kerja dan fungsi sosial. Schizophrenia adalah masalah kesehatan umum di seluruh dunia. Kejadian schizophrenia di seluruh dunia adalah kurang dari 1 persen, walaupun angka kejadian bisa lebih tinggi atau lebih rendah yang telah diketahui. Di Amerika Serikat, orang dengan schizoprenia menempati sekitar seperempat tempat tidur rumah sakit dan tinggal kurang lebih 20 hari. Schizophrenia lebih sering terjadi daripada penyakit Alzheimer, penyakit gula, atau multiple sklerosis. Beberapa ciri-ciri kekacauan merupakan bagian dari gejala Schizophrenia. Kekacauan yang menyerupai Schizophrenia, tetapi dengan gejala yang ada kurang dari 6 bulan, hal ini disebut Schizophreniform. Kekacauan dengan lama kegilaan berakhir sedikitnya 1 hari tetapi kurang dari 1 bulan disebut penyakit psikosis singkat. Suatu kekacauan ditandai oleh adanya perasaan, seperti depresi atau keranjingan, serta gejala schizophrenia yang lebih khas disebut schizoaffective. Suatu kekacauan watak yang mungkin mirip dengan gejala Schizophrenia, tetapi dengan gejala umum yang tidak begitu hebat seperti kriteria untuk kegilaan, disebut schizotypal kekacauan watak. Jenis Schizophrenia Beberapa peneliti percaya Schizophrenia adalah kekacauan tunggal, sedangkan yang lainnya percaya hal ini adalah sindrom (koleksi gejala) dari banyak sumber penyakit. Jenis Schizophrenia didasarkan pengelompokan pasien dengaan gejala yang sama.Tetapi pada penderita secara individu, jenisnya akan berubah dengan berjalannya waktu. Schizophrenia paranoid ditandai dengan keasyikan dengan khayalan atau halusinasi pendengaran; berbicara ngawur dan emosi yang aneh menonjol. Hebephrenic atau Schizophrenia tidak teratur ditandai dengan berbicara ngawur, kelakuan aneh, dan emosi datar yang aneh. Schizophrenia Catatonic didominasi dengan gejala fisik seperti keadaan tak bergerak, gerak tubuh berlebihan, atau melakukan postur aneh. Schizophrenia yang tak dapat digolongkan sering ditandai dengan gejala-gejala dari semua kelompok; khayalan dan halusinasi, memikirkan kekacauan dan kelakuan aneh, dan gejala defisit atau negatif. Baru-baru ini, Schizophrenia sudah diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya dan keparahan gejala negatif atau defisit. Pada pasien dengan jenis negatif atau defisit schizophrenia, dengan gejala negatif, seperti emosi yang datar, kekurangan motivasi, dan tidak punya tujuan yang menonjol. Pada penderita dengan non-defisit atau paranoid sizofrenia, khayalan dan halusinasi sangat menonjol, tetapi memiliki relatif sedikit gejala negatif yang terpantau. Pada umumnya, orang dengan Schizophrenia non-defisit cenderung menjadi tidak parah dan lebih responsif terhadap pengobatan. |
| PENYEBAB Meskipun penyebab spesifik Schizophrenia tidak diketahui, kekacauan ini secara jelas mempunyai dasar biologi. Banyak teori menyetujui model ?vulnerability-stress?, dimana schizophrenia sering terjadi pada orang yang secara biologis lemah. Apa yang membuat orang yang lemah menjadi Schizophrenia belum diketahui tetapi mungkin termasuk kecenderungan genetik; masalah setelah, selama, atau sesudah kelahiran; atau infeksi virus otak. Kesulitan dalam mengolah informasi, ketidakmampuan untuk memberi perhatian, ketidakmampuan untuk bertingkah laku dengan cara yang dapat diterima secara sosial, dan ketidakmampuan untuk menanggulangi masalah umum mungkin menunjukkan kelemahan. Di model ini, tekanan lingkungan, seperti peristiwa kehidupan menegangkan atau bagian masalah mendasar yang salah, menjadi pemicu datangnya dan kambuhnya Schizophrenia pada individu yang lemah. |
| GEJALA Penderita Schizophrenia banyak terjadi antara usia 18 dan 25 tahun bagi laki-laki dan antara 26 sampai 45 untuk wanita. Tetapi, datangnya di masa kecil atau awal masa remaja atau di akhir masa hidup adalah jarang terjadi. Datangnya mungkin mendadak, beberapa hari atau minggu, atau lambat dan tersembunyi, lebih dari bertahun-tahun. Keparahan dan macam gejala bisa berubah-ubah secara signifikan di antara penderita Schizophrenia. Secara umum, gejala terbagi dalam tiga kelompok utama; khayalan dan halusinasi; pikiran yang kacau dan tabiat yang aneh; dan dengan gejala yang minim dan negatif. Orang mungkin mempunyai gejala dari satu atau ketiga kelompok tersebut. Gejala-gejala tersebut bisa cukup parah seperti mengganggu kemampuan untuk bergaul dengan orang lain, dan merawat diri sendiri. Khayalan adalah kepercayaan palsu yang biasanya meliputi salah tafsir persepsi atau pengalaman. Misalnya, penderita Schizophrenia mungkin mengalami khayalan, percaya bahwa mereka sedang disiksa, diikuti, diperdayakan, atau dimata-matai.Mereka mungkin mempunyai referensi khayalan, percaya bahwa bagian dari buku, koran, atau syair lagu ditujukan secara khusus untuk mereka. Mereka mungkin mempunyai khayalan pemikiran yang terbalik atau pikiran disisipi, percaya bahwa orang lain bisa membaca pikiran mereka, bahwa pikiran mereka sedang ditransfer ke orang lain, atau bahwa pikiran dan gerak hati mereka sedang dipaksakan pada oleh pihak lain. Halusinasi baik, penglihatan, bau, rasa, atau sentuhan mungkin terjadi, meskipun halusinasi suara (halusinasi pendengaran) adalah yang sering terjadi. Penderita mungkin ?mendengar? suara yang mengomentari kelakuannya, berbicara dengan satu sama lain, atau membuat komentar kritis dan kasar terhadapnya. Kekacauan pikiran berkaitan dengan pikiran yang berantakan, yang tampak kalau berbicara bertele-tele, bergeser dari satu topik kepada lainnya, dan kehilangan arah tujuannya. Kemampuan bicara mungkin dengan perlahan menjadi tak teratur atau betul-betul membingungkan dan tak dapat dipahami. Kelakuan aneh mungkin berubah bentuk menjadi kebodohan kanak-kanak, kegelisahan, atau penampilan, kebersihan, atau berlagak yang tak pantas.
Gejala defisit atau negatif Schizophrenia termasuk tidak terpengaruh, kemunduran ketrampilan berbicara, anhedonia, dan antisosial. Tidak terpengaruh seperti emosi yang datar. Mimik penderita mungkin tak beremosi; kontak mata buruk dan kesulitan mengekspresikan perasaan. Peristiwa yang umumnya membuat orang tertawa atau menangis tak diresponnya. Kemunduran ketrampilan berbicara sesuai dengan kemunduran pemikiran yang menyebabkan penurunan keterampilan berbicara. Jawaban terhadap pertanyaan mungkin ketus, satu dua kata, membuat kesan kekosongan dalam. Anhedonia merujuk pada ketidakmampuan menikmati kesenangan; penderita mungkin kurang tertarik pada hobinya dan melewatkan lebih banyak waktu tanpa tujuan. Asosial adalah kurangnya ketertarikan untuk berhubungan dengan orang lain. Gejala-gejala negatif ini sering dihubungkan dengan kehilangan motivasi, pencapaian maksud, dan cita-cita. |
| DIAGNOSA Tidak ada pengujian untuk mendiagnosa Schizophrenia. Seorang psikiater membuat diagnosa berdasarkan penilaian menyeluruh terhadap sejarah dan gejala penderita. Untuk memperkuat diagnosa Schizophrenia, gejala harus ada sedikitnya 6 bulan dan berhubungan dengan menurunnya kinerja, sekolah, atau fungsi sosial. Informasi dari keluarga, teman, atau guru sangat penting untuk menentukan kapan mulai sakit. Dokter akan mengesampingkan kemungkinan bahwa gejala kegilaan penderita disebabkan oleh kekacauan perasaan. Pengujian laboratorium sering dilakukan untuk mengesampingkan penyalahgunaan bahan atau obat, atau kerusakan sistem endokren yang dapat menimbulkan efek psikosis. Contoh kerusakan seperti tumor otak, ayan cuping temporal, penyakit autoimune, penyakit Huntington?s, penyakit hati, dan reaksi berlawanan dari obat. Orang dengan Schizophrenia mempunyai otak abnormal yang dapat dilihat melalui alat pemindai tomography (CT scan) atau magnetic resonance imaging(MRI).Tetapi, kekurangannya adalah tak spesifik untuk mendiagnosa sizofrenia pada pasien perseorangan. |
| PENGOBATAN Tujuan umum pengobatan adalah mengurangi keparahan gejala kegilaan, mencegah kekambuhan dari masa timbulnya gejala dan hal-hal yang berkaitan dengan kemunduran fungsi, dan memberikan dukungan untuk mencapai taraf hidup yang terbaik. Obat antipsikosis, aktivitas rehabilitasi dan komunitas pendukung, dan psikoterapi adalah tiga komponen utama dalam pengobatan. Obat antipsikosis efektif untuk mengurangi dan menghilangkan gejala seperti delusi, halusinasi dan pikiran yang kacau. Setelah gejala akut telah hilang, pemberian obat antipsikosis yang terus menerus untuk menghilangkan gejala secara menyeluruh. Sayangnya, antipsikosis mempunyai efek samping yang berat seperti sedasi, kekakuan otot, tremor dan berat badan meningkat. Obat ini juga dapat menyebabkan tardive dyskinesia, suatu kekacauan gerakan yang tak disengaja sering ditandai dengan mengerutkan bibir dan lidah atau menulis diatas tangan atau kaki. Tardive dyskinesia tak akan hilang walau obat dihentikan. Jika kasus ini terjadi tak ada pengobatan yang efektif. Sekitar 75 persen penderita merespon obat antipsikosis utama, seperti chlorpromazine, fluphenazine, haloperidol, atau thioridazine. Setengah lebih dari 25 persen penderita dapat dibantu oleh obat antipsikosis baru clozapine. Karena clozapine mempunyai efek samping seperti menyerang atau menekan fungsi sumsum tulang. Biasanya obat ini digunakan hanya pada penderita yang tidak berespon terhadap obat antipsikosis lainnya. Penderita yang meminum obat ini harus diperiksa kandungan sel darah putihnya setiap minggu. Penelitian untuk mencari obat yang tidak mempunyai efek samping yang serius seperti clozapine dilakukan. Risperidone sekarang sudah tersedia. Psikoterapi adalah aspek pengobatan lain yang penting. Pada umumnya, tujuan psikoterapi adalah untuk membangun hubungan kolaborasi antara pasien, keluarga dan dokter. Dengan demikian diharapkan penderita dapat belajar untuk memahami dan mengontrol penyakitnya, untuk minum obat sesuai resep dan mengatur stres yang dapat memperburuk penyakit. |
| PENCEGAHAN Untuk waktu pendek (1 tahun), prognosis Schizophrenia berhubungan erat dengan bagaimana penderita menjalani pengobatan. Tanpa pengobatan 70 hingga 80 persen penderita yang pernah menderita schizophrenia akan mengalami kekambuhan setelah 2 bulan berikutnya dari masa sakit yang lalu. Pemberian obat yang terus menerus dapat mengurangi tingkat kekambuhan hingga 30 persen. Untuk jangka panjang, prognosis penderita schizophrenia bervariasi. Pada umumnya, sepertiga penderita mengalami kesembuhan yang berarti dan tetap, sepertiga pendeita mengalami sedikit perbaikan yang diselingi dengan kekambuhan dan sepertiga penderita kondisinya menjadi buruk dan permanen. Faktor yang mempengaruhi prognosis yang baik meliputi mulai munculnya penyakit yang mendadak, menderita pada usia lanjut, mempunyai tingkat kemampuan yang baik dan berprestasi sebelum sakit, penyakit dengan jenis paranoid atau nondefisit. Faktor yang mempengaruhi prognosis yang buruk meliputi menderita pada waktu muda, tingkat sosial dan kemampuan yang rendah sebelum sakit, dari keluarga penderita schizophrenia, dan penyakit dengan jenis hebeprenic atau defisit. 10 persen kasus bunuh diri ada kaitannya dengan Schizophrenia . Rata-rata, schizophrenia mengurangi masa hidup penderita 10 tahun. |
| |
| Obat Terkait |
| NOPRENIA |
Gangguan Depersonalisasi
| DEFINISI Gangguan depersonalisasi ditandai dengan perasaan terpisah yang lama atau berulang dari tubuh atau proses mental seseorang (depersonalisasi) dan oleh perasaan di luar peninjau pada kehidupan seseorang. Gejala pada depersonalisasi adalah gejala psikologi ketiga yang paling sering terjadi (setelah perasaan gelisah dan perasaan depresi) dan seringkali terjadi setelah seseorang mengalami bahaya yang mengancam nyawa, seperti kecelakaan, penyerangan, atau penyakit atau luka serius. Gangguan depersonalisasi tidak dipelajari secara luas, dan penyebab dan kejadiannya pada masyarakat tidak diketahui. |
| GEJALA Orang dengan gangguan depersonalisasi mengalami persepsi yang menyimpang pada identitas, tubuh, dan hidup mereka yang membuat mereka tidan nyaman, gejala-gejala kemungkinan sementara atau lama atau berulang untuk beberapa tahun. orang dengan gangguan tersebut seringkali mempunyai kesulitan yang sangat besar untuk menggambarkan gejala-gejala mereka dan bisa merasa takut atau yakin bahwa mereka akan gila. |
| DIAGNOSA Diagnosa pada gangguan depersonalisasi dibuat berdasarkan gejala-gejala. Seorang dokter mengevalusai orang tersebut untuk mengesampingkan gangguan fisik (seperti gangguan serangan), penyalahgunaan obat, dan gangguan kesehatan mental lainnya, tes psikologi dan prosedur wawancara khusus bisa membantu dokter mengenali masalah tersebut. |
| PENGOBATAN Gangguan depersonalisasi seringkali hilang tanpa pengobatan. Pengobatan dijamin hanya jika gangguan tersebut lama, berulang, atau menyebabkan gangguan. Psikoterapi psikodinamis, terapi perilaku, dan hipnotis telah efektif untuk beberapa orang. Obat-obat penenang dan antidepresan membantu seseorang dengan gangguan tersebut. gangguan depersonalisasi seringkali berhubungan dengan atau dipicu (diendapkan) dengan gangguan kesehatan mental lainnya, yang memerlukan pengobatan. Setiap tekanan berhubungan dengan permulaan serangan (onset) gangguan depersonalisasi harus ditunjukkan. |
Gangguan Identitas Disosiasi
| DEFINISI Pada gangguan identitas disosiasi, tadinya disebut gangguan kepribadian ganda, dua atau lebih identitas atau berganti-ganti kepribadian.
| ||
| GEJALA Beberapa gangguan identitas disosiasi seringkali menggambarkan susunan gejala-gejala yang bisa menyerupai pada gangguan kesehatan mental lain seperti kebanyakan gangguan fisik. Beberapa gejala mengindikasikan bahwa gangguan lainnya benar-benar ada. Misal, kesedihan bisa mengindikasikan depresi coexisting, atau itu kemungkinan bahwa salah satu kepribadian adalah emosi yang terlepas yang bergabung dengan kemalangan di masa lalu. | ||
| DIAGNOSA Untuk membuat diagnosa gangguan identitas disosiatif, dokter melakukan wawancara psikologi seksama. Penelitian medis kemungkinan untuk dipastikan jika gangguan fisik adalah ada yang bisa menjelaskan gejala-gejala tertentu. Pertanyaan-pertanyaan khusus telah dikembangkan untuk membantu dokter mengidentifikasikan gannguan identitas disosiasi. | ||
| PENGOBATAN Beberapa gejala-gejala bisa datang dan pergi (naik-tururn) secara spontan, tetapi gangguan identitas disosiasi tidak hilang dengan sendirinya. Tujuan pengobatan tersebut biasanya untuk menyatukan berbagai kepribadian kedalam kepribadian tunggal. Meskipun begitu, penggabungan tidak selalu mungkin. Pada keadaan ini, tujuan tersebut adalah untuk mencapai interaksi harmonis diantara kepribadian-kepribadin yang membiarkan berfungsi lebih normal. |
Dissociative Fugue
| DEFINISI Dissociative fugue adalah sebuah gangguan dimana salah satu atau lebih peristiwa yang tiba-tiba, tidak diharapkan, dan dengan maksud tertentu berjalan dari rumah (fugue) terjadi, sepanjang dimana seseorang tidak dapat mengingat beberapa atau seluruh masa lalunya. |
| PENYEBAB Penyebab dissociative fugue serupa kepada dissociative amnesia. Dissociative fugue sering disalaharti sebagai malingering, karena kedua kondisi bisa terjadi dibawah keadaan bahwa seseorang mungkin tidak bisa memahami keinginan untuk menghindar. Meskipun begitu, dissociative fugue terjadi secara spontan dan tidak dibuat-buat. Malingering adalah sebuah penyataan dimana seseorang berpura-pura sakit karena hal itu memindahkan tanggung jawab untuk tindakan mereka, memberikan mereka sebuah pengecualian untuk menghindari tanggung jawab, atau mengurangi sentuhan mereka untuk resiko yang diketahui, seperti tugas pekerjaan yang berbahaya. Kebanyakan fugue tampak melambangkan pemenuhan keinginan yang disembunyikan (misal, lari dari tekanan yang berlebihan, seperti perceraian atau kegagalan keuangan). Fugues lainnya berhubungan dengan perasaan ditolak atau dipisahkanm atau mereka bisa melindungi orang tersebut dari bunuh diri atau impul pembunuhan. |
| GEJALA Fugue bisa berlangsung dari hitungan jam sampai mingguan, atau kadangkala bahkan lebih lama. Seseorang yang dinyatakan fugue, mengalami kehilangan identitas biasanya, biasanya hilang dari tempat yang biasanya dikunjungi, meninggalkan keluarga dan pekerjaannya. Jika fugue tersebut singkat, orang tersebut bisa tampak secara sederhana kehilangan beberapa pekerjaan atau pulang terlambat, atau, jika bingung, bisa mengunjungi perhatian medis atau kekuasaan menurut undang-undang, jika fugue tersebut berlangsung beberapa hari atau lebih lama, orang tersebut bisa bepergian jauh dari rumah dan mulai pekerjaan baru dengan identitas yang baru, tidak menyadari setiap perubahan pada hidupnya. Selama fugue tersebut, orang tersebut bisa terlihat normal dan tidak menarik perhatian. Meskipun begitu, pada hal tertentu, orang tersebut bisa menjadi sadar pada ingatan yang hilang (amnesia) atau bingung mengenai identitasnya. |
| DIAGNOSA Seorang dokter bisa menduga dissociative fugue ketika seseorang tampak bingung mengenai jati dirinya atau bingung mengenai masa lalunya, atau ketika berhadapan dengan tantangan identitas orang tersebut atau kemangkiran seseorang. Dokter membuat diagnosa dengan secara hati-hati melihat kembali gejala-gejala orang tersebut dan melakukan penelitian fisik untuk menghilangkan gangguan fisik yang bisa menimbulkan atau menyebabkan hilangnya memori. Penelitian psikologi juga dilakukan. |
| PENGOBATAN Kebanyakan fugue berlangsung hitungan jam atau harian dan hilang dengan sendirinya. Dissociative fugue diobati lebih banyak seperti dissociative amnesia, dan pengobatan bisa termasuk penggunaan hypnosis atau wawancara obat-difasilitasi. Meskipun begitu, uoaya untuk menyimpan ingatan pada periode fugue biasanya tidak berhasil. Seorang terapis bisa membantu orang tersebut untuk memeriksa pola mereka pada penanganan jenis situasi tersebut, konflik, dan mood yang memicu (precipitated) episode fugue untuk mencegah perilaku fugue berikutnya. |
Pengenalan Amnesia
DEFINISI
Amnesia dan gangguan yang serupa dikategorikan oleh psikiater sebagai gangguan dissociative. Termaksud amnesia dissociative, fugue dissociative, gangguan dissociative identitas, dan gangguan depersonalisasi. Gangguan dissociativebiasanya disebabkan (precipitated) oleh stress berlebihan. Stress bisa disebabkan oleh pengalaman atau menyaksikan peristiwa yang traumatis, kecelakaan, atau bencana. Atau orang yang mengalami konflik dalam diri sehingga pikirannya dipaksa untuk tidak rukun atau informasi dan perasaan yang tidak bisa diterima dari pikiran sadar.
Amnesia Disosiatif
| DEFINISI Amnesia disosiatif adalah jenis amnesia yang disebabkan oleh trauma atau stress yang menghasilkan ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi yang penting. |
| PENYEBAB Gangguan ini sangat sering terjadi pada orang dewasa muda, lebih sering terjadi pada orang yang telah terlibat di dalam peperangan, kecelakaan, atau bencana alam. Hal itu juga dapat menghalangi ingatan pada kekerasan seksual pada masa kanak-kanak, yang nantinya teringat lagi di masa dewasa. Amnesia dissociative bisa terjadi untuk beberapa waktu setelah peristiwa traumatic. Apakah beberapa pemulihan ingatan merefleksikan peristiwa sesungguhnya pada ingatan masal lalu orang tidak diketahui, sampai dipastikan oleh orang lain. |
| GEJALA Gejala yang sangat umum pada amnesia dissociative adalah kehilangan ingatan. Segera setelah menjadi amnesia, seseorang bisa kelihatan bingung. Kebanyakan orang dengan amnesia dissociative setidaknya depresi atau sangat menderita karena amnesia mereka. |
| DIAGNOSA Untuk membuat diagnosa, dokter dengan hati-hati meninjau ulang gejala orang tersebut dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menghilangkan penyebab fisik pada amnesia. Tes, termasuk electroencephalography dan tes darah untuk racun dan obat-obatan, kadangkala dibutuhkan untuk menghilangkan penyebab fisik. Pemriksaan psikologis juga dilakukan. Tes psikologi khusus seringkali membantu dokter menggolongkan lebih baik dan memahami pengalaman dissociative orang tersebut untuk membuat rencana pengobatan. |
| PENGOBATAN Dokter memulai pengobatan dengan membantu orang tersebut untuk merasa aman dan terjamin. Jika ingatan yang hilang tidak secara spontan teringat, atau jika kebutuhan untuk mengingat ingatan tersebut mendesak, teknik mengingat kembali seringkali berhasil. Menggunakan hipnotis atau wawancara yang diawali dengan obat (wawancara dilakukan setelah orang tersebut tenang dengan obat secara infus seperti amobarbital atau midazolam), dokter menanyakan orang yang amnesia mengenai masa lalunya. |
Gangguan Kepribadian Borderline
| DEFINISI Penderita dengan kepribadian ini, seringkali wanita, tidak stabil pada kesan dirinya, suasana hatinya, perilakunya atau hubungan interpersonalnya (yang seringkali heboh dan hebat). Kepribadian ini menjadi jelas terlihat pada usia dewasa muda, tetapi biasanya hilang seiring bertambah umur. Orang dengan kepribadian ini seringkali kehilangan perhatian yang cukup sewaktu masa kanak-kanak, sehingga mereka merasa kosong, marah, dan membutuhkan pengasuhan. Ketika seorang dengan kepribadian ini merasa butuh perhatian, mereka tampak kesepian dan seperti terlantar, sering minta bantuan untuk depresinya, melecehkan, gangguan makan, dan habis dianiaya. Namun demikian, ketika mereka takut ditinggalkan oleh orang yang perhatian, suasana hatinya berubah secara dramatis. Mereka seringkali menunjukkan marah yang tidak tepat dan hebat, diiringi dengan perubahan ekstrim dalam cara pandang mereka terhadap dunia, diri sendiri, dan orang lain berubah dari hitam menjadi putih, benci jadi cinta, atau berubah sikap jadi baik tetapi tidak pernah bersikap netral. Orang dengan kepribadian ini yang merasa ditinggalkan dan kesepian mungkin heran apakah mereka benar-benar ada (sehingga mereka merasa tidak nyata). Mereka dapat menjadi benar-benar impulsif, terlibat perzinahan secara sembarangan atau pelecehan diri. Terkadang mereka begitu jauh dengan kenyataan dimana mereka memiliki episode singkat berpikir psikotik, paranoid dan halusinasi. Orang dengan kepribadian ini biasanya diketahui oleh dokter yang merawatnya pertama kali, lalu mereka cencerung mengunjungi dokter secara teratur sesuai dengan pengobatan yang direkomendasikan. Gangguan kepribadian ini juga merupakan gangguan kepribadian umum yang diobati oleh psikiater karena orang dengan gangguan ini mencari perawatan untuk dirinya. |
| DIAGNOSA Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku. Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya. Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan. Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap. |
| PENGOBATAN Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya. Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain. Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis. Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada. Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan. Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat. Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri. Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas. Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain. Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya. Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi. |
Gangguan Kepribadian Antisosial
| DEFINISI Orang dengan kepribadian antisosial (dulu disebut psikopat atau kepribadian sosiopatik), sering kali pria, menunjukkan acuh tak acuh dan acuh tidak punya perasaan terhadap hak dan perasaan orang lain. Mereka mengeksploitasi orang lain untuk mendapatkan materi atau kepuasan pribadi (tidak seperti penderita narsistik yang berpikir mereka lebih baik daripada orang lain). Secara karakteristik seperti orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka menangani rasa frustasi dengan buruk, dan seringkali bermusuhan atau kasar. Meskipun masalah atau bahaya mereka yang menyebabkan dengan sikap antisosialnya, mereka menyalahkan orang lain. Tidak jujur dan menipu meliputi hubungan mereka. Rasa frustasi dan hukuman jarang membuat mereka merubah prilakunya. |
| DIAGNOSA Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku. Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya. Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan. Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap. |
| PENGOBATAN Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya. Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain. Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis. Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada. Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan. Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat. Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri. Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas. Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain. Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya. Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi. |
Gangguan Kepribadian Narsisistik
| DEFINISI Orang dengan kepribadian narsis memiliki perasaan superior dan kepercayaan diri yang berlebihan pada diri sendiri dan kepentingannya, dimana psikiater sebut ?grandiosity?. Orang dengan kepribadian ini mungkin terlalu sensitif terhadap kegagalan, kekalahan, kritikan dan jika dihadapkan pada kegagalan dengan opini terhadap diri sendiri yang tinggi, dapat dengan mudah menjadi marah sekali hingga depresi berat. Karena mereka yakin superior dalam berhubungan dengan orang lain, mereka mengharapkan dikagumi dan seringkali curiga orang lain cemburu padanya. Mereka merasa mereka memiliki kedudukan untuk mendapatkan keinginannya tanpa perlu menunggu, sehingga mereka mengeksploitasi orang lain, siapa yang butuh dan percaya akan dianggap kurang penting. Prilaku mereka biasanya ofensif terhadap orang lain, mereka tampak fokus pada diri sendiri, arogan dan egois. |
| DIAGNOSA Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku. Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya. Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan. Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap. |
| PENGOBATAN Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya. Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain. Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis. Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada. Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan. Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat. Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri. Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas. Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain. Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya. Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi. |
Gangguan Kepribadian Histrionic
| DEFINISI Penderita kepribadian ini mencari perhatian dengan mencolok dan berprilaku dengan dramatis. Sikap ekspresif yang mereka jalani begitu mudah terjadi tetapi seringkali tampak dibuat-buat, kekanakan, dan berusaha menimbulkan rasa simpati atau perhatian (seringkali secara erotis atau seksual) dari orang lain. Penderita gangguan ini cenderung bertingkah provokatif secara seksual atau menjadikan hubungan nonseksual menjadi seksual. Mereka mungkin sebenarnya tidak ingin melakukan hubungan seksual; tetapi tingkah laku mereka yang menggoda sering menutupi keinginan untuk terikat dan terlindungi. Beberapa penderita juga bersedih tanpa alasan dan membesar-besarkan masalah fisik mereka untuk mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan. |
| DIAGNOSA Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku. Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya. Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan. Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap. |
| PENGOBATAN Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya. Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain. Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis. Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada. Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan. Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat. Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri. Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas. Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain. Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya. Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi. |
Gangguan Kepribadian Schizotypal
| DEFINISI Penderita gangguan ini sama seperti penderita kepribadian skizoid, secara sosial dan emosi memisahkan diri. Ditambah, mereka berkomunikasi, merasa, dan berpikir yang aneh. Sementara itu keanehan tersebut mirip dengan penderita skizoprenia, dan kadang-kadang kepribadian ini ditemukan pada penderita skizoprenia. Sebelum mereka sakit. Beberapa penderita menunjukkan tanda berupa pemikiran magis- berkeyakinan bahwa aksi tertentu dapat mengontrol sesuatu yang jelas-jelas tidak ada hubungannya. Sebagai contoh, penderita mungkin percaya bahwa nasib jelek akan benar-benar terjadi jika mereka berjalan di bawah tangga atau dia dapat menyebabkan bahaya bagi orang lain dengan berpikir untuk marah. Penderita gangguan ini mungkin juga memiliki pemikiran paranoid. |
| DIAGNOSA Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku. Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya. Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan. Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap. |
| PENGOBATAN Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya. Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi sering kali datangnya dari orang lain. Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis. Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada. Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan. Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat. Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri. Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas. Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain. Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya. Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi. |
Gangguan Kepribadian Schizoid
| DEFINISI Penderita kepribadian ini adalah tertutup, mengucilkan diri dan menyendiri. Mereka secara emosi dingin dan menjauh kehidupan sosial. Mereka seringkali tertarik pada pemikiran dan perasaan mereka sendiri dan takut berhubungan secara intim dan dekat dengan orang lain. Mereka bicara sedikit, sering melamun, dan lebih suka membicarakan teori ketimbang melakukan aksi. |
| DIAGNOSA Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku. Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya. Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan. Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap. |
| PENGOBATAN Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya. Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain. Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis. Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada. Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan. Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat. Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri. Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas. Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain. Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya. Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi. |
Gangguan Kepribadian Paranoid
| DEFINISI Orang dengan kepribadian paranoid memproyeksikan konflik dan permusuhan mereka dengan orang lain. Mereka umumnya dingin dan menjauh dari hubungan. Mereka cenderung mencari permusuhan dan bersikap dengki terhadap orang yang bersifat santai, jujur, bahkan sikap positif, dan bersikap curiga untuk merubah situasi. Seringkali, rasa curiga tersebut menimbulkan sikap agresif atau penolakan dari orang lain, akibatnya tampak membenarkan prasangka awal mereka. Juga penderita seringkali mengambil jalur hukum untuk melawan orang lain, khususnya jika mereka merasa sepantasnya untuk marah. Mereka tidak mampu untuk melihat kewajiban diri mereka sendiri dalam konflik. Meskipun mereka biasanya bekerja relatif terisolasi, mereka mungkin sangat efisien dan teliti. |
| DIAGNOSA Dokter mendasarkan diagnosa suatu gangguan kepribadian pada penampilan orang dan terhadap pemikiran yang salah atau pola prilaku. Pola tersebut cenderung menjadi jelas karena penderita dengan keras kepala melawan untuk berubah walaupun tidak dapat beradaptasi karenanya. Selain itu, dokter kemungkian besar memperhatikan ketidaktepatan penderita menjalankan mekanisme yang ada, sering disebut mekanisme pertahanan. Saat setiap orang bingung menggunakan mekanisme pertahanan penderita dengan gangguan kepribadian menggunakannya dengan cara lengkap atau belum lengkap. |
| PENGOBATAN Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya. Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain. Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis. Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada. Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan. Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat. Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri. Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas. Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain. Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya. Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi |
Gangguan Kepribadian
DEFINISI
Personality disorders (gangguan kepribadian) ditandai dengan perasaan tercabik-cabik, bereaksi dan terhubung dengan hal yang relatif tetap, tidak mudah menyesuaikan diri dan secara sosial tidak bisa diadaptasi dalam segala situasi.
Setiap orang memiliki pola karakteristik dalam merasa dan berhubungan dengan orang lain dan kejadian (ciri khas kepribadian). Dengan kata lain, setiap orang cenderung untuk terperangkap pada stres tunggal tetapi berulang. Sebagai contoh, beberapa orang selalu merespon situasi bermasalah dengan mencari bantuan orang lain. Yang lain selalu berasumsi bahwa mereka dapat menyelesaikan masalah sendiri. Beberapa orang mengecilkan masalah, yang lain membesar-besarkan masalah.
Meskipun orang cenderung untuk selalu merespon situasi yang sulit dengan cara yang sama, kemungkinan besar mencoba dengan pendekatan lain jika respon pertama mereka tidak efektif. Berlainan dengan penderita gangguan kepribadian begitu kaku sehingga mereka tidak dapat beradaptasi dengan keadaan, dimana mengganggu fungsi kemampuan mereka.
Pola tidak beradaptasi mereka dalam berpikir dan berprilaku menjadi tampak pada usia dewasa muda, sering lebih tua, dan cenderung bertahan sepanjang hidup. Mereka kemungkinan besar mempunyai masalah pada hubungan sosial dan interpersonal serta pekerjaan.
Penderita biasanya tidak sadar bahwa tingkah laku mereka atau pola pikir mereka tidak pantas; atau lebih parah lagi, mereka sering percaya bahwa pola pikir mereka normal dan benar. Sering anggota keluarga atau pihak sosial mengirim mereka ke psikiater karena tingkah laku mereka yang tak pantas menyebabkan kesulitan pada orang lain.
Berbeda dengan penderita kecemasan yang membuat masalah pada dirinya bukan ke orang lain. Ketika penderita mencari pertolongan untuk dirinya, biasanya karena frustasi, mereka cenderung meyakini masalah mereka disebabkan orang lain atau situasi sulit tertentu.
Gangguan ini terdiri dari tipe paranoid, skizoid, schizotypal, histrionic, narcissistic, antisocial, borderline, avoidant, dependent, obsessive-compulsive, and passive-aggressive. Gangguan ini, dulunya disebut gangguan kepribadian ganda, tetapi gangguan ini berbeda sama sekali.
Parafilia
DEFINISI
Parafilia (penyimpangan gairah) dalam bentuk yang sangat berat merupakan penyimpangan dari norma-norma dalam hubungan seksual yang dipertahankan secara tradisional, yang secara sosial tidak dapat diterima.
Ciri utama dari parafilia adalah:
- khayalan atau perilaku yang merangsang seksual yang dilakukan secara berulang-ulang dan sangat kuat, yang melibatkan obyek tertentu (misalnya sepatu, baju dalam, bahan kulit atau karet)
- menimbulkan penderitaan dan nyeri pada seseorang atau pasangannya
- melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak menginginkannya (anak-anak, orang yang tidak berdaya atau pemerkosaan).
Biasanya mulai timbul pada akhir masa kanak-kanak atau mendekati masa pubertas, dan sekali muncul, biasanya akan terus menetap seumur hidup.
Parafilia bisa terjadi dalam bentuk fetihisme, transvestisme, pedofilia, eksibisionisme, voyeurisme, masokisme atau sadisme.
Sebagian besar penderita adalah pria, dan banyak yang menderita lebih dari 1 jenis parafilia. <
FETISHISME.
Pada fetishisme, penderita kadang lebih menyukai untuk melakukan aktivitas seksual dengan menggunakan obyek fisik (fetish, jimat), dibandingkan dengan manusia.
Penderita akan terangsang dan terpuaskan secara seksual jika:
- memakai pakaian dalam milik orang lain
- memakai bahan karet atau kulit
- memegang, menggosok-gosok atau membaui sesuatu, misalnya sepatu bertumit tinggi.
Penderita kelainan ini tidak mampu melakukan fungsi seksualnya tanpa jimat yang mereka miliki.
TRANSVESTISME.
Pada transvestisme, seorang pria kadang lebih menyukai untuk mengenakan pakaian wanita atau (yang lebih jarang terjadi) seorang wanita lebih menyukai untuk mengenakan pakaian pria.
Pada kedua kasus tersebut, baik pria maupun wanita, ingin merubah seksnya, seperti halnya pada transseksualis.
Mengenakan pakaian lawan jenisnya tidak selalu merupakan kelainan jiwa dan mungkin tidak mempengaruhi hubungan seksual pasangan tersebut.
Transvestisme merupakan suatu kelainan jika:
- menimbulkan masalah
- menyebabkan gangguan tertentu
- melibatkan perilaku berani-mati yang memungkinkan terjadinya cedera, kehilangan pekerjaan atau hukuman penjara.
Penderita mengenakan pakaian lawan jenisnya untuk alasan lainnya selain rangsangan seksual, seperti untuk mengurangi kecemasan, untuk santai atau sebagai suatu eksperimen (percobaan) dengan sisi feminin yang mereka miliki.
PEDOFILIA.
Pedophilia adalah kecenderungan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak kecil.
Di negara-negara Barat, pedofilia biasanya diartikan sebagai keinginan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak yang berusia di bawah 13 tahun.
Seseorang yang didiagnosis pedofilia, setidaknya berusia 16 tahun dan biasanya minimal 5 tahun lebih tua daripada korban.
Penderita sangat terganggu dan fikirannya dipenuhi dengan khayalan seksual tentang anak-anak, bahkan meskipun tidak terjadi aktivitas seksual yang sesungguhnya.
Beberapa penderita hanya tertarik pada anak-anak, seringkali anak pada usia tertentu; sedangkan penderita lainnya tertarik pada anak-anak dan dewasa.
Baik pria maupun wanita bisa menderita pedofilia, dan korbannya pun bisa anak laki-laki maupun anak perempuan.
Penderita mungkin hanya tertarik pada anak-anak kecil dalam keluarganya sendiri (incest), atau mereka bisa juga mengincar anak-anak kecil di lingkungan sekitarnya.
Penderita bisa melakukan pemaksaan atau kekerasan untuk melakukan hubungan seksual dengan anak-anak tersebut dan memberikan ancaman supaya korbannya tutup mulut.
Pedofilia bisa diobati dengan psikoterapi dan obat-obatan yang merubah dorongan seksual.
Pengobatan tersebut bisa dilakukan berdasarkan kemauan sendiri atau setelah penderita menjalani proses hukum.
Beberapa penderita memberikan respon terhadap pengobatan, sedangkan penderita lainnya tidak.
Hukuman penjara, bahkan untuk waktu yang lama, tidak merubah hasrat maupun khayalan penderita.
EKSIBISIONISME
Pada eksibisionisme, seseorang (biasanya laki-laki) memamerkan alat kelaminnya kepada orang lain yang sama sekali tidak menduga hal ini akan terjadi dan pada saat melakukan hal tersebut, penderita akan terangsang secara seksual.
Bisa terjadi masturbasi setelah penderita melakukan hal tersebut.
Hubungan seksual yang lebih jauh hampir tidak pernah terjadi, sehingga penderita jarang melakukan pemerkosaan.
Sebagian penderita yang tertangkap, berusia dibawah 40 tahun.
Seorang wanita bisa memamerkan tubuhnya dengan cara-cara yang mengganggu, tetapi pada wanita, eksibisionisme jarang dihubungkan dengan kelainan psikoseksual.
VOYEURISME
Pada voyeurisme, seseorang akan terangsang jika melihat orang lain yang menanggalkan pakaiannya, telanjang atau sedang melakukan hubungan seksual.
Voyeurisme merupakan kegiatan mengintip yang menggairahkan, bukan merupakan aktivitas seksual dengan orang yang dilihat.
Voyeurisme dalam tingkatan tertentu sering terjadi pada anak-anak laki-laki dan pria dewasa, dan masyarakat seringkali menilai perilaku dalam bentuk yang ringan ini sebagai sesuatu yang normal.
Tetapi sebagai suatu kelainan, voyeurisme merupakan metode aktivitas seksual yang lebih disukai oleh penderitanya dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengintip korbannya.
Sebagian besar penderita adalah pria.
Salah satu kriteria yang merupakan ciri khas dari voyeurisme, yaitu melihat secara sembunyi-sembunyi.
MASOKISME & SADISME
Masokisme merupakan kenikmatan seksual yang diperoleh jika penderita secara fisik dilukai, diancam atau dianiaya.
Sedangkan sadisme adalah kebalikan dari masokisme, yaitu kenikmatan seksual yang diperoleh penderita jika dia menyebabkan penderitaan fisik maupun psikis pada mitra seksualnya.
Sejumlah sadisme dan masokisme sering dimainkan dalam hubungan seksual yang sehat.
Sebagai contoh, penggunaan saputangan sutra untuk menirukan perbudakan dan tamparan ringan pada saat melakukan hubungan seksual, sering dilakukan dengan persetujuan mitra seksualnya dan bukan merupakan suatu sadomasokistik.
Tetapi masokisme atau sadisme sampai yang tingkat yang berat, dapat mengakibatkan luka baik fisik maupun psikis, bahkan kematian.
Kelainan seksual masokisme melibatkan kebutuhan akan penghinaan, pemukulan atau penderitaan lainnya yang nyata, bukan pura-pura. yang dilakukan oleh mitra seksualnya untuk membangkitkan gairah seksualnya.
Misalnya penyimpangan aktivitas seksual yang berupa asfiksiofilia, dimana penderita dicekik atau dijerat (baik oleh mitra seksualnya maupun oleh dirinya sendiri).
Berkurangnya pasokan oksigen ke otak yang bersifat sementara pada saat mengalami orgasme, dicari sebagai penambahan kenikmatan seksual; tetapi cara tersebut bisa secara tidak sengaja menyebabkan kematian.
Sadisme seksual bisa terjadi hanya dalam khayalan atau mungkin diperlukan untuk perangsangan atau untuk mencapai orgasme.
Beberapa penderita sadisme, menjerat korban yang ketakutan, yang tidak menyetujui apa yang dilakukan oleh penderita dan kemudian memperkosanya.
Penderita lainnya, secara khusus mencari mitra seksual yang menderita masokisme dan memenuhi keinginan sadistiknya dengan mitra seksual yang memang senang untuk disakiti.
Khayalan dari pengendalian dan kekuasaan total seringkali penting bagi penderita, dan penderita sadisme bisa mengikat dan menyumbat mitra seksualnya dengan cara yang rumit.
Pada kasus yang berat, penderita bisa menyiksa, memotong, mencambuk, memasang kejutan listrik atau membunuh mitra seksualnya.
Penyakit - Diseases
suatu penyakit yang terjadi karena tubuh kekurangan insulin, bisa karena pankreas tidak cukup atau hanya menghasilkan sedikit insulin, atau bisa juga karena sel tubuh melawan insulin yang dihasilkan – tidak bisa dicegah.
Diabetes
an illness that occurs when the body lacks insulin, either because the pancreas does not produce any or only a very small amount, or because the cells in the body are resistant towards the insulin it produces – is preventable.
Penyakit Malarian
adalah salah satu penyakit yang sering menyerang masyarakat Aceh melalui infeksi darah oleh parasit plasmodium.
Malarian Ailment
is one of the common diseases that is found in Aceh. It is a blood infection caused by a parasite called plasmodium.
Tuberkulosis
biasanya ditularkan melalui batuk seseorang. Seseorang biasanya terinfeksi jika mereka menderita sakit paruparu dan terdapat bakteria di dahak mereka.Dahak bercampur darah, batuk berdarah, sesak nafas dan nyeri dada, badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, tidak enak badan, berkeringat tanpa ada kegiatan, demam lebih dari satu malam.
Tuberculosis
is usually transmitted from infectious people coughing. People are usually infectious when they have pulmonary disease and thus they have bacteria in their sputum.Sputum mixed with blood, bleeding cough, shortwinded and painful in breathing, weaken body, loss of appetite, loss of weight, nausea, sweating without any activities, fever overnights.